digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pola pikir yang tidak linear, asosiatif, dan terus bercabang tanpa hierarki adalah kondisi yang sudah lama hadir dan menjadi cara kerja dalam praktik penciptaan saya. Kondisi ini saya meminjam istilah deskriptif flight of ideas dan secara teoretis dibaca melalui kerangka filosofis Deleuze dan Guattari sebagai berpikir secara rimpang (rhizome), yang dijadikan landasan metode penciptaan. Dari kondisi tersebut lahir efek humor yang terpicu oleh mekanisme bisociation (Koestler), yaitu tabrakan tiba-tiba antara dua matriks berpikir yang tidak biasa berdampingan. Kondisi rimpang ini diwujudkan menjadi bentuk material melalui metode brikolase (Lévi-Strauss), yaitu cara kerja yang memanfaatkan apa yang tersedia tanpa rancangan yang ditetapkan sejak awal. Brikolase dengan demikian hadir sebagai respons terhadap pola pikir rimpang. Tugas akhir ini mengartikulasikan pola pikir rimpang sebagai kondisi kognitif yang menjadi titik tolak penciptaan karya seni instalasi, dengan brikolase sebagai strategi perwujudannya, dan mengkaji relasi yang timbul dari benturan-benturan yang dihasilkan dari kondisi rimpang. Karya yang dihasilkan adalah instalasi yang menggabungkan keramik buatan tangan dan found object.