Pola pikir yang tidak linear, asosiatif, dan terus bercabang tanpa hierarki adalah
kondisi yang sudah lama hadir dan menjadi cara kerja dalam praktik penciptaan
saya. Kondisi ini saya meminjam istilah deskriptif flight of ideas dan secara teoretis
dibaca melalui kerangka filosofis Deleuze dan Guattari sebagai berpikir secara
rimpang (rhizome), yang dijadikan landasan metode penciptaan. Dari kondisi
tersebut lahir efek humor yang terpicu oleh mekanisme bisociation (Koestler), yaitu
tabrakan tiba-tiba antara dua matriks berpikir yang tidak biasa berdampingan.
Kondisi rimpang ini diwujudkan menjadi bentuk material melalui metode brikolase
(Lévi-Strauss), yaitu cara kerja yang memanfaatkan apa yang tersedia tanpa
rancangan yang ditetapkan sejak awal. Brikolase dengan demikian hadir sebagai
respons terhadap pola pikir rimpang. Tugas akhir ini mengartikulasikan pola pikir
rimpang sebagai kondisi kognitif yang menjadi titik tolak penciptaan karya seni
instalasi, dengan brikolase sebagai strategi perwujudannya, dan mengkaji relasi
yang timbul dari benturan-benturan yang dihasilkan dari kondisi rimpang. Karya
yang dihasilkan adalah instalasi yang menggabungkan keramik buatan tangan dan
found object.
Perpustakaan Digital ITB