Ekor kuda laut telah menarik perhatian dalam bidang rekayasa karena kemampuannya untuk
melengkung melalui kontraksi otot dan menghasilkan bentuk lengkungan yang menyerupai
spiral logaritmik. Penelitian sebelumnya telah mengkaji kemampuan model ekor kuda laut
untuk menghasilkan gerakan melengkung dengan menggunakan berbagai variasi aktuasi.
Namun, pengaruh berbagai parameter desain terhadap bentuk lengkungan yang dihasilkan
masih belum banyak dikaji. Penelitian ini menerapkan pendekatan biomimetika untuk
merancang struktur lentur yang terinspirasi dari ekor kuda laut dan menghasilkan bentuk
lengkungan yang menyerupai spiral emas. Penelitian ini berfokus pada pengaruh berbagai
metode aktuasi serta parameter desain geometris dan material terhadap bentuk lengkungan
struktur tersebut.
Pengujian struktur lentur dilakukan secara komputasi melalui analisis elemen hingga
nonlinear pada perangkat lunak Abaqus CAE 2022. Aktuasi dirancang untuk menyerupai
kontraksi otot yang menghasilkan gerakan melengkung pada ekor kuda laut. Aktuasi yang
paling sesuai kemudian diterapkan pada desain dengan berbagai variasi geometris dan
material untuk mengevaluasi pengaruh parameter-parameter tersebut terhadap bentuk
lengkungan yang dihasilkan. Selanjutnya, bentuk lengkungan yang dihasilkan dicocokkan
dengan spiral logaritmik untuk memperoleh konstanta laju pertumbuhan spiral. Nilai tersebut
dibandingkan dengan konstanta laju pertumbuhan spiral emas untuk menentukan konfigurasi
desain yang paling mendekati bentuk lengkungan yang ditargetkan.
Pemendekan konektor yang meningkat secara linear sebesar 19.7 hingga 32.5% merupakan
aktuasi yang paling sesuai untuk menghasilkan bentuk lengkungan yang menyerupai spiral
emas. Aktuasi tersebut digunakan dalam seluruh studi parametrik. Hasil studi menunjukkan
bahwa geometri engsel lentur, dimensi, pola infill, dan kepadatan infill memengaruhi bentuk
lengkungan yang dihasilkan. Berdasarkan hasil tersebut, desain dengan performa terbaik
menggunakan engsel lentur berbentuk V yang dilengkapi dengan fillet pada sudut-sudutnya.
Variasi ini memiliki 42 segmen dengan panjang engsel acuan sebesar 8 mm pada segmen
pertama. Purwarupa desain ini dibuat melalui proses pencetakan 3D menggunakan material
ABS dengan pola infill berbentuk segitiga dan kepadatan 100%. Hasil penelitian ini dapat
menjadi dasar bagi penelitian, pengembangan, dan penerapan struktur lentur di masa
mendatang, seperti robotika lunak, alat penjepit, dan peralatan bedah yang terinspirasi dari
bentuk makhluk hidup.
Perpustakaan Digital ITB