digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kedai Kopi TEMEJI adalah kedai kopi komunitas berskala kecil di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang belum menerapkan sistem manajemen kinerja yang terstruktur. Meskipun pendapatan tahun 2025 mencapai Rp966.001.800, margin laba bersih hanya berada di angka 2,40% jauh di bawah target 2026 sebesar 10%, dan rating Google Maps masih di angka 4,10 dari 5,00. Penelitian ini merancang sistem manajemen kinerja menggunakan Balanced Scorecard, mengevaluasi kinerja perusahaan pada tahun 2025 melalui sistem tersebut, dan mengusulkan solusi. Data primer diperoleh dari wawancara semi-terstruktur dengan pemilik dan supervisor, sedangkan data sekunder berasal dari laporan laba rugi 2025 dan ulasan Google Maps. Analytic Hierarchy Process digunakan untuk menentukan bobot setiap indikator. Balanced Scorecard yang dirancang terdiri dari sembilan Key Performance Indicator di empat perspektif, dengan perspektif Customer memperoleh bobot tertinggi sebesar 36,16%. Evaluasi tahun 2025 menghasilkan skor keseluruhan sebesar 73,49%: perspektif Customer mencapai 92,92%, perspektif Financial 61,28%, perspektif Internal Business Process 71,30%, dan perspektif Learning and Growth 49,85%. Studi ini menyimpulkan bahwa Kedai Kopi TEMEJI menunjukkan kinerja yang moderat, dengan kekuatan pada kepuasan pelanggan dan inovasi produk tetapi kelemahan pada profitabilitas, waktu siklus layanan, dan retensi karyawan. Penelitian ini mengusulkan lima solusi yang mencakup pengendalian biaya, kapasitas layanan saat jam sibuk, pelatihan karyawan yang terstruktur, retensi karyawan, dan konsistensi produk dan layanan. Kata kunci: Balanced Scorecard, Sistem Manajemen Kinerja, Key Performance Indicator, Analytic Hierarchy Process, Kedai Kopi.