Kedai Kopi TEMEJI adalah kedai kopi komunitas berskala kecil di Kabupaten Sidoarjo,
Jawa Timur, yang belum menerapkan sistem manajemen kinerja yang terstruktur.
Meskipun pendapatan tahun 2025 mencapai Rp966.001.800, margin laba bersih hanya
berada di angka 2,40% jauh di bawah target 2026 sebesar 10%, dan rating Google Maps
masih di angka 4,10 dari 5,00. Penelitian ini merancang sistem manajemen kinerja
menggunakan Balanced Scorecard, mengevaluasi kinerja perusahaan pada tahun 2025
melalui sistem tersebut, dan mengusulkan solusi. Data primer diperoleh dari wawancara
semi-terstruktur dengan pemilik dan supervisor, sedangkan data sekunder berasal dari
laporan laba rugi 2025 dan ulasan Google Maps. Analytic Hierarchy Process digunakan
untuk menentukan bobot setiap indikator. Balanced Scorecard yang dirancang terdiri dari
sembilan Key Performance Indicator di empat perspektif, dengan perspektif Customer
memperoleh bobot tertinggi sebesar 36,16%. Evaluasi tahun 2025 menghasilkan skor
keseluruhan sebesar 73,49%: perspektif Customer mencapai 92,92%, perspektif
Financial 61,28%, perspektif Internal Business Process 71,30%, dan perspektif
Learning and Growth 49,85%. Studi ini menyimpulkan bahwa Kedai Kopi TEMEJI
menunjukkan kinerja yang moderat, dengan kekuatan pada kepuasan pelanggan dan
inovasi produk tetapi kelemahan pada profitabilitas, waktu siklus layanan, dan
retensi karyawan. Penelitian ini mengusulkan lima solusi yang mencakup pengendalian
biaya, kapasitas layanan saat jam sibuk, pelatihan karyawan yang terstruktur, retensi
karyawan, dan konsistensi produk dan layanan.
Kata kunci: Balanced Scorecard, Sistem Manajemen Kinerja, Key Performance Indicator,
Analytic Hierarchy Process, Kedai Kopi.
Perpustakaan Digital ITB