ABSTRAK Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Angella Leticia
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Koridor Jl. Puri Indah Raya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat ditetapkan dalam
RDTR Provinsi DKI Jakarta (Pergub No. 31 Tahun 2022) sebagai kawasan perumahan
kepadatan tinggi dan sangat tinggi (sub-zona R-1 dan R-2). Namun, dinamika
sosial-ekonomi perkotaan yang pesat mendorong pergeseran fungsi lahan yang signifikan,
di mana kawasan yang semestinya didominasi hunian kini banyak ditempati kegiatan
perdagangan dan jasa seperti kafe, restoran, klinik, kantor, dan ruko. Kesenjangan ini
sejalan dengan teori location and land use Alonso (1964) yang menyatakan bahwa lahan
perkotaan cenderung beradaptasi menuju fungsi dengan kemampuan membayar sewa
tertinggi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidaksesuaian zonasi di RDTR dengan
penggunaan lahan eksisting, sekaligus mengkaji nilai lahan menggunakan Market
Approach sebagai dasar penilaian arah perubahan fungsi kawasan. Metode yang
digunakan meliputi analisis spasial overlay dengan ArcGIS, identifikasi transformasi
fungsi bangunan, analisis pola aktivitas dan volume lalu lintas, serta penilaian nilai tanah
melalui Market Approach dengan perbandingan subject property dan tiga comparable
properties yang dilengkapi sequential adjustment berdasarkan karakteristik lahan,
lingkungan, prospek pasar, dan harga penawaran. Data harga lahan turut diekstrapolasi
hingga tahun 2026 untuk mengukur tren perubahan nilai lahan secara kuantitatif.
Hasil analisis menunjukkan ketidaksesuaian nyata antara RDTR dan kondisi eksisting, di
mana sebagian besar kegiatan yang berkembang merupakan perdagangan dan jasa yang
tidak sesuai peruntukan perumahan. Penilaian Market Approach mengindikasikan nilai
lahan telah melampaui kisaran harga pasar permukiman, mencerminkan tekanan
mekanisme pasar yang kuat ke arah fungsi komersial, yang diperparah oleh celah regulasi
dan lemahnya sanksi pengendalian tata ruang. Berdasarkan temuan ini, penelitian
merekomendasikan penyesuaian zonasi menjadi zona perdagangan dan jasa atau
mixed-use, disertai penyesuaian intensitas pemanfaatan ruang (KDB, KLB, KDH) yang
proporsional guna mendukung pembangunan kawasan secara terencana dan
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB