digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Lalang
PUBLIC Open In Flipbook yana mulyana

Latar Belakang: Olahraga dengan intensitas tinggi terutama pada saat penggunaan kapasitas anaerobik, kondisi tubuh menghasilkan reactive oxygen spesies (ROS). Tingginya ROS tersebut karena beban kerja ketika anaerobik menjadikan produksi oksidan dan antioksidan didalam tubuh menjadi tidak seimbang. Sehingga regenerasi ATP menjadi berkurang. Salah satu sumber daya hayati yang belum banyak dikaji adalah tanaman singkong. Bagian lain seperti daun singkong banyak digunakan sebagai bahan pangan oleh masyarakat. Terdapat temuan menarik di dalam daun singkong yang mengandung senyawa bioaktif flavonoid yaitu senyawa rutin dan nicotilflorin. Senyawa flavonoid tersebut mengandung manfaat sebagai antioksidan. Hal ini sejalan dengan suplementasi sebagai penunjang performa olahraga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suplementasi cassava bioflavonoid selama 14 hari terhadap kapasitas anaerobik. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain randomized single-blind, placebo?controlled trial. Sampel adalah mahasiswa FPOK yang berjumlah 50 orang. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Dilakukan pengukuran performa kapasitas anaerobik dengan menggunakan running-based anaerobic test dan countermovement jump pada saat pre-test dan post-test. Dilakukan randomisasi lalu dimasukan kedalam setiap kelompok. Terdapat 5 kelompok pada penelitian ini, kelompok CBDs 50 mg, CBDs 100 mg, CBDs 150 mg, placebo (maltodextrin) dan kontrol tidak diberi suplementasi apapun. Hasil: Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa suplementasi cassava bioflavonoid selama 14 hari memberikan dampak pada peningkatan kapasitas anaerobik melalui variabel mean power dan countermovement jump dengan signifikansi p < 0,05. Lalu hasil analisis perbandingan antar kelompok dosis dengan Uji Mixed ANOVA variabel mean power menunjukkan adanya pengaruh waktu pengukuran dengan antar kelompok dosis dengan signifikansi 0,005. Namun pada variabel countermovement jump tidak terdapat signifikansi dengan p-value 0,286. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan pada setiap kelompok dosis hanya pada variabel mean power. Berdasarkan hasil Uji Mixed Anova pada seluruh kelompok dosis, placebo dan kontrol pada variabel mean power dengan signifikansi p < 0,05 dengan nilai 0,043. Pada variabel countermovement jump dengan nilai signifikansi 0,415 menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hasil analisis penentuan dosis optimal menunjukkan hal yang unik, secara deskriptif dosis CBDs 50 mg menunjukkan adanya peningkatan pada variabel mean power pada saat pre-test (325.00 ± 54.76) dan post-test (394.80 ± 95.63), lalu dilakukan uji Post Hoc (Tukey dan Bonferroni) terdapat temuan dosis CBDs 50 mg dengan CBDs 150 mg dengan nilai Tukey 0,004 dan Bonferroni 0,005 dengan signifikansi p < 0,05. Hal ini menunjukkan dosis CBDs 50 mg dan CBDs 150 mg memberikan nilai signifikan dibandingkan dengan kelompok dosis yang lain. Namun pada variabel countermovement jump tidak terdapat perbedaan signifikansi secara statistik. Berdasarkan hasil deskriptif dan uji statistik dosis CBDs 50 mg memberikan pengaruh yang signifikan dibanding dengan kelompok dosis yang lain pada variabel mean power namun tidak terdapat Kesimpulan: Suplementasi ekstrak cassava bioflavonoids selama 14 hari menunjukkan potensi sebagai nutrasetika dalam mendukung peningkatan kapasitas anaerobik. Terdapat perbedaan dari setiap kelompok dosis CBDs yang diberikan selama 14 hari terhadap kapasitas anaerobik. Adanya perbedaan dari seluruh kelompok dosis dengan placebo dan kelompok kontrol. Terdapat temuan secara deskriptif pada variabel mean power dosis CBDs 50 mg memberikan pengaruh yang optimal dibanding dengan kelompok dosis yang lain, sementara pada variabel countermovement jump dosis CBDs 100 mg menunjukkan hasil yang tinggi dari kelompok dosis yang lain. Dosis 150 mg menunjukkan peningkatan, tetapi lebih rendah dari kedua dosis 50 mg dan 100 mg pada variabel mean power dan countermovement jump.