Latar Belakang: Olahraga dengan intensitas tinggi terutama pada saat penggunaan
kapasitas anaerobik, kondisi tubuh menghasilkan reactive oxygen spesies (ROS).
Tingginya ROS tersebut karena beban kerja ketika anaerobik menjadikan produksi
oksidan dan antioksidan didalam tubuh menjadi tidak seimbang. Sehingga
regenerasi ATP menjadi berkurang. Salah satu sumber daya hayati yang belum
banyak dikaji adalah tanaman singkong. Bagian lain seperti daun singkong banyak
digunakan sebagai bahan pangan oleh masyarakat. Terdapat temuan menarik di
dalam daun singkong yang mengandung senyawa bioaktif flavonoid yaitu senyawa
rutin dan nicotilflorin. Senyawa flavonoid tersebut mengandung manfaat sebagai
antioksidan. Hal ini sejalan dengan suplementasi sebagai penunjang performa
olahraga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suplementasi
cassava bioflavonoid selama 14 hari terhadap kapasitas anaerobik.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain randomized single-blind, placebo?controlled trial. Sampel adalah mahasiswa FPOK yang berjumlah 50 orang.
Intervensi dilakukan selama 14 hari. Dilakukan pengukuran performa kapasitas
anaerobik dengan menggunakan running-based anaerobic test dan
countermovement jump pada saat pre-test dan post-test. Dilakukan randomisasi lalu
dimasukan kedalam setiap kelompok. Terdapat 5 kelompok pada penelitian ini,
kelompok CBDs 50 mg, CBDs 100 mg, CBDs 150 mg, placebo (maltodextrin) dan
kontrol tidak diberi suplementasi apapun.
Hasil: Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa suplementasi cassava
bioflavonoid selama 14 hari memberikan dampak pada peningkatan kapasitas
anaerobik melalui variabel mean power dan countermovement jump dengan
signifikansi p < 0,05. Lalu hasil analisis perbandingan antar kelompok dosis
dengan Uji Mixed ANOVA variabel mean power menunjukkan adanya pengaruh
waktu pengukuran dengan antar kelompok dosis dengan signifikansi 0,005. Namun
pada variabel countermovement jump tidak terdapat signifikansi dengan p-value
0,286. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan pada setiap kelompok dosis hanya
pada variabel mean power. Berdasarkan hasil Uji Mixed Anova pada seluruh
kelompok dosis, placebo dan kontrol pada variabel mean power dengan signifikansi
p < 0,05 dengan nilai 0,043. Pada variabel countermovement jump dengan nilai
signifikansi 0,415 menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hasil
analisis penentuan dosis optimal menunjukkan hal yang unik, secara deskriptif
dosis CBDs 50 mg menunjukkan adanya peningkatan pada variabel mean power
pada saat pre-test (325.00 ± 54.76) dan post-test (394.80 ± 95.63), lalu dilakukan
uji Post Hoc (Tukey dan Bonferroni) terdapat temuan dosis CBDs 50 mg dengan
CBDs 150 mg dengan nilai Tukey 0,004 dan Bonferroni 0,005 dengan signifikansi
p < 0,05. Hal ini menunjukkan dosis CBDs 50 mg dan CBDs 150 mg memberikan
nilai signifikan dibandingkan dengan kelompok dosis yang lain. Namun pada
variabel countermovement jump tidak terdapat perbedaan signifikansi secara
statistik. Berdasarkan hasil deskriptif dan uji statistik dosis CBDs 50 mg
memberikan pengaruh yang signifikan dibanding dengan kelompok dosis yang lain
pada variabel mean power namun tidak terdapat
Kesimpulan: Suplementasi ekstrak cassava bioflavonoids selama 14 hari
menunjukkan potensi sebagai nutrasetika dalam mendukung peningkatan kapasitas
anaerobik. Terdapat perbedaan dari setiap kelompok dosis CBDs yang diberikan
selama 14 hari terhadap kapasitas anaerobik. Adanya perbedaan dari seluruh
kelompok dosis dengan placebo dan kelompok kontrol. Terdapat temuan secara
deskriptif pada variabel mean power dosis CBDs 50 mg memberikan pengaruh
yang optimal dibanding dengan kelompok dosis yang lain, sementara pada variabel
countermovement jump dosis CBDs 100 mg menunjukkan hasil yang tinggi dari
kelompok dosis yang lain. Dosis 150 mg menunjukkan peningkatan, tetapi lebih
rendah dari kedua dosis 50 mg dan 100 mg pada variabel mean power dan
countermovement jump.
Perpustakaan Digital ITB