digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak -Nadhifa Tsaniyah Adira
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Tangki timbun merupakan komponen penting pada fasilitas produksi migas yang harus memiliki integritas struktur memadai agar dapat beroperasi secara aman dan andal. Wash tank berkapasitas 80.574 bbl yang menjadi objek penelitian ini telah beroperasi sejak tahun 2000 dan direncanakan untuk digunakan kembali. Seiring umur operasi yang telah melebihi 25 tahun, hasil inspeksi menunjukkan adanya kerusakan pada atap tangki. Selain itu, perubahan parameter pembebanan angin dan seismik yang mengacu pada standar dan data terkini perlu dipertimbangkan dalam evaluasi struktur. Oleh karena itu, diperlukan analisis kondisi aktual wash tank untuk memastikan strukturnya masih memenuhi persyaratan API 650. Penelitian dilakukan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) melalui perangkat lunak Abaqus. Model struktur dibangun berdasarkan data geometri, material, dan kondisi aktual tangki, kemudian diberikan berbagai kombinasi pembebanan sesuai API 650 yang meliputi beban mati, tekanan internal dan eksternal, tekanan hidrostatis, beban fluida tersimpan, beban uji hidrostatis, beban hidup atap, beban angin, serta beban seismik. Beban angin dihitung berdasarkan kecepatan angin rata-rata di Provinsi Riau sebesar 24,33 m/s, sedangkan beban seismik dihitung menggunakan metode Jacobsen-Veletsos berdasarkan spektrum respons desain pada lokasi tangki. Hasil simulasi dianalisis berdasarkan distribusi tegangan Von Mises, lokasi tegangan maksimum, dan faktor keamanan, kemudian dibandingkan antara kondisi ideal dan kondisi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan berupa bukaan pada atap tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap respons struktur secara global. Tegangan Von Mises maksimum sebesar 159,6 MPa terjadi pada kombinasi pembebanan seismik dengan faktor keamanan minimum sebesar 1,002, sehingga seluruh tegangan masih berada di bawah tegangan izin 160 MPa menurut API 650. Dengan demikian, struktur wash tank dinyatakan masih layak dan aman dioperasikan dari aspek kekuatan struktur. Meskipun demikian, perbaikan pada bukaan atap tetap diperlukan untuk mencegah kontaminasi fluida dan perkembangan korosi yang dapat menurunkan integritas struktur dalam jangka panjang.