digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

DAFTAR ISI Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 1 Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 2 Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 3 Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 4 Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 5 Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 6 Khusnul Khatimah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi


Kobalt (Co) merupakan mineral kritis yang permintaannya terus meningkat seiring berkembangnya industri kendaraan listrik. Endapan nikel laterit di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang berada pada Sabuk Ofiolit Sulawesi Timur, merupakan salah satu sumber daya kobalt potensial di Indonesia. Namun, konsentrasi kobalt yang relatif rendah menyebabkan deteksi langsung menggunakan citra multispektral menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode modified spectral-wise berbasis citra Sentinel-2 Level-2A untuk memetakan prospektivitas kobalt secara paralel melalui pendekatan mineral oksidahidroksida sebagai mineral proksi (indirect) dan spectral kobalt langsung (direct). Pendekatan tersebut menghasilkan indeks mineral proksi kobalt (CMPI) yang mengintegrasikan parameter ?(Fe-oxide) dan spectral darkening index (SDI) untuk merepresentasikan distribusi mineral pembawa kobalt. Validasi dilakukan menggunakan data geokimia lubang bor PT Aneka Tambang Tbk. serta observasi lapangan pada area tambang terbuka aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis mineral proksi mampu mengidentifikasi zona prospektif kobalt yang memiliki hubungan kuat dengan kandungan MnO (r = 0,98) dan Fe?O? (r = 0,94). Zona prospektif tersebut terkonsentrasi pada daerah dengan kemiringan lereng 5°–15° dan berasosiasi dengan lineament berkepadatan tinggi, menunjukkan pengaruh geomorfologi dan struktur geologi terhadap proses pengayaan supergen, yaitu proses konsentrasi kobalt bersama oksida-hidroksida besi dan mangan selama pelapukan lanjut, karena kobalt yang hadir sebagai unsur jejak yang tidak memberikan respons spektral kuat secara langsung pada citra, maka mineral oksida-hidroksida tersebut digunakan sebagai proksi spektral untuk mendeteksi keberadaannya. Evaluasi spasial menghasilkan overall accuracy sebesar 81.74%, dengan precision 60.95%, recall 64.21%, dan F1-score 62.54%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode modified spectral-wise berbasis CMPI mampu meningkatkan pemetaan prospektivitas kobalt dibandingkan pendekatan deteksi langsung unsur Co menggunakan citra multispektral Sentinel-2. Pendekatan ini berpotensi menjadi metode eksplorasi awal (reconnaissance) yang efektif untuk endapan nikel-kobalt laterit, khususnya pada kawasan tambang terbuka aktif.