digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2016 TA PP BOSTON WINATA SIPAYUNG 1.pdf?
Terbatas  Suharsiyah
» Gedung UPT Perpustakaan

Hydraulic fracturing adalah metode stimulasi yang dilakukan dengan memompakan fluida bertekanan hingga mencapai tekanan rekah batuan dengan tujuan membentuk rekahan pada formasi sebagai jalur yang lebih baik untuk mengalirkan fluida. Secara umum, metode ini diterapkan pada reservoir dengan permeabilitas yang sangat rendah tetapi memiliki cadangan yang melimpah dimana rate produksi dari sumur tidak ekonomis jika diproduksi secara konvensional. Dengan demikian metode ini cocok diterapkan pada reservoir Coalbed Methane (CBM) yang secara umum memiliki permeabilitas yang rendah. Metode hydraulic fracturing pada reservoir CBM bertujuan untuk meningkatkan koduktivitas aliran di formasi sekitar sumur sehingga dapat mempercepat proses dewatering dan meningkatkan rate produksi gas. Metode hydraulic fracturing di reservoir CBM bukan lagi hal yang baru melainkan telah dipakai secara luas di Amerika untuk memproduksi gas metana dari cekungan batubara terbesar yang ada di negara tersebut seperti di San Juan Basin dan Warior Basin. Fluida fracturing merupakan komponen yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses hydraulic fracturing. Fluida berperan dalam pembentukan rekahan serta transportasi proppant sebagai komponen penyangga agar rekahan tidak kembali menutup. Studi ini akan meninjau bagaimana pengaruh jenis dan rate pemompaan fluida dalam mndesain hydraulic fracturing yang optimal. Studi ini dilakukan dengan mensimulasikan pengaruh dari jenis dan rate pemompaan fluida yang dipilih terhadap koduktivitas dan efisiensi. Ada tiga hal utama yang akan disimulasikan: efisiensi fluida dalam pembentukan rekahan, kemampuan fluida dalam membawa material proppant serta pengaruh rate terhadap efisiensi fluida. Data yang dibutuhkan dalam simulasi berasal dari data San Juan Basin dan selebihnya dari literatur yang ada. Hasil yang akan diperoleh dari simulasi ini adalah jenis fluida dengan kemampuan yang optimal dalam membentuk rekahan di reservoir CBM. Studi ini diharapkkan dapat berguna untuk penelitian lebih lanjut.