digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Lapangan Nawasena merupakan lapangan penghasil gas biogenik yang diproduksi dari Formasi Binio. Namun, hasil pengeboran dalam menunjukkan potensi sumber daya minyak bumi pada batupasir di interval Formasi Lakat dan Formasi Tualang yang berumur lebih tua. Analisis sekatan sesar dilakukan untuk menilai kapasitas penyegelan sesar yang dapat berpotensi menjadi perangkap minyak bumi di Lapangan Nawasena dengan metode jukstaposisi dan Shale Gouge Ratio (SGR). Penelitian ini menggunakan data seismik tiga dimensi dan lima data sumur eksplorasi untuk membangun model geologi tiga dimensi, yaitu model struktur dan model properti petrofisika (fasies, Vcl, litologi, porositas efektif, dan permeabilitas). Analisis sekatan sesar dilakukan berdasarkan hasil pemodelan Diagram Allan, model jukstaposisi litologi, pergeseran vertikal sesar (throw), Shale Gouge Ratio (SGR), permeabilitas sesar, dan transmissibility multiplier. Hasil penelitian menunjukkan struktur geologi yang berkembang di Lapangan Nawasena umumnya sesar naik dan lipatan dengan tren NW–SE dan sebuah sesar normal dengan tren NE–SW. Nilai throw rata-rata sesar tersebut adalah 100.25 ft. Litologi batulempung mendominasi interval penelitian sehingga nilai rata-rata SGR pada seluruh sesar mencapai 59%. Analisis sekatan sesar yang dilakukan pada sesar F1, F8, F3, F5, dan F4 menunjukkan penyekatan umumnya terjadi akibat jukstaposisi lapisan reservoir dan non-reservoir. Sebaliknya jukstaposisi antarlapisan reservoir dengan nilai SGR kurang dari 20% menunjukkan potensi terbentuknya jalur permeabilitas dengan transmisibilitas multiplier bernilai 1 yang mengindikasikan potensi konektivitas fluida. Keberadaan sesar F1, F8, F3, F5, dan F4 menunjukkan kompartementalisasi reservoir yang heterogen akibat variasi sekatan setiap sesar. Sesar F1 dan F4 berfungsi sebagai penyekat efektif pada seluruh zona reservoir. Sementara itu, Sesar F8 berpotensi bocor pada zona Reservoir T1b, sedangkan Sesar F3, dan F5 menunjukkan variasi kebocoran pada zona Reservoir Lakat. Variasi konektivitas fluida antarkompartemen mendorong implikasi strategi eksplorasi sehingga dapat mendorong peningkatan produksi minyak bumi untuk ketahanan energi nasional.