Lapangan Nawasena merupakan lapangan penghasil gas biogenik yang diproduksi dari
Formasi Binio. Namun, hasil pengeboran dalam menunjukkan potensi sumber daya
minyak bumi pada batupasir di interval Formasi Lakat dan Formasi Tualang yang
berumur lebih tua. Analisis sekatan sesar dilakukan untuk menilai kapasitas
penyegelan sesar yang dapat berpotensi menjadi perangkap minyak bumi di Lapangan
Nawasena dengan metode jukstaposisi dan Shale Gouge Ratio (SGR).
Penelitian ini menggunakan data seismik tiga dimensi dan lima data sumur eksplorasi
untuk membangun model geologi tiga dimensi, yaitu model struktur dan model
properti petrofisika (fasies, Vcl, litologi, porositas efektif, dan permeabilitas). Analisis
sekatan sesar dilakukan berdasarkan hasil pemodelan Diagram Allan, model
jukstaposisi litologi, pergeseran vertikal sesar (throw), Shale Gouge Ratio (SGR),
permeabilitas sesar, dan transmissibility multiplier.
Hasil penelitian menunjukkan struktur geologi yang berkembang di Lapangan
Nawasena umumnya sesar naik dan lipatan dengan tren NW–SE dan sebuah sesar
normal dengan tren NE–SW. Nilai throw rata-rata sesar tersebut adalah 100.25 ft.
Litologi batulempung mendominasi interval penelitian sehingga nilai rata-rata SGR
pada seluruh sesar mencapai 59%. Analisis sekatan sesar yang dilakukan pada sesar
F1, F8, F3, F5, dan F4 menunjukkan penyekatan umumnya terjadi akibat jukstaposisi
lapisan reservoir dan non-reservoir. Sebaliknya jukstaposisi antarlapisan reservoir
dengan nilai SGR kurang dari 20% menunjukkan potensi terbentuknya jalur
permeabilitas dengan transmisibilitas multiplier bernilai 1 yang mengindikasikan
potensi konektivitas fluida. Keberadaan sesar F1, F8, F3, F5, dan F4 menunjukkan
kompartementalisasi reservoir yang heterogen akibat variasi sekatan setiap sesar. Sesar
F1 dan F4 berfungsi sebagai penyekat efektif pada seluruh zona reservoir. Sementara
itu, Sesar F8 berpotensi bocor pada zona Reservoir T1b, sedangkan Sesar F3, dan F5
menunjukkan variasi kebocoran pada zona Reservoir Lakat. Variasi konektivitas fluida
antarkompartemen mendorong implikasi strategi eksplorasi sehingga dapat
mendorong peningkatan produksi minyak bumi untuk ketahanan energi nasional.
Perpustakaan Digital ITB