digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abtrak ind
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Abtrak inggris
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Industri pandai besi sektor informal di Desa Mekarmaju tidak hanya melibatkan penempaan logam, tetapi juga pengolahan kayu untuk gagang dan sarung pisau yang menghasilkan debu kayu respirabel secara masif. Tanpa penggunaan alat pelindung diri yang memadai, pajanan kronis ini berisiko memicu inflamasi dan penurunan fungsi paru pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan akibat pajanan debu kayu terhadap fungsi paruparu pada pekerja kayu di lingkungan pandai besi Desa Mekarmaju. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 30 pekerja terpapar dan 10 kontrol. Metodologi meliputi pengukuran konsentrasi debu respirabel menggunakan personal sampling pump selama 8 jam kerja, uji fungsi paru melalui spirometri, kuesioner karakteristik individu, serta analisis gugus fungsi kimia debu menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Risiko kesehatan dievaluasi melalui perhitungan Chronic Daily Intake (CDI), Hazard Index (HI), dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan rata-rata konsentrasi debu pada pekerja kayu sebesar 1,823 ± 2,6199 mg/m³, dengan 16,67% sampel melebihi NAB (3 mg/m³). Analisis statistik mengonfirmasi hubungan negatif yang signifikan antara dosis pajanan (CDI) dengan penurunan nilai Forced Vital Capacity (FVC) dan Forced Expiratory Volume in 1 Second (FEV1) (p < 0,001). Karakterisasi risiko mengungkap bahwa 46,67% pekerja memiliki nilai HI > 1 (rata-rata 2,9335), yang mengindikasikan tingkat pajanan membahayakan kesehatan. Peluang pekerja mengalami fungsi paru abnormal mencapai 43,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (OR = 43,5; 95% CI: 4,1–461).