digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Vaksinasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif untuk mencegah penyakit menular, namun cakupan vaksinasi pada populasi dewasa masih belum optimal sehingga peningkatan partisipasi vaksinasi dewasa tetap menjadi tantangan dalam kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi atribut vaksin yang paling memengaruhi preferensi vaksinasi serta menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dengan preferensi atribut vaksin. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan Discrete Choice Experiment (DCE) berbasis algoritma Potentially All Pairwise Rankings of all Possible Alternatives (PAPRIKA) melalui platform 1000minds. Data dikumpulkan secara daring dari 186 responden dewasa di Indonesia. Preferensi dianalisis menggunakan 1000minds, sedangkan hubungan karakteristik sosiodemografi dengan preferensi atribut dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas vaksin merupakan atribut yang paling diprioritaskan (34,7%), diikuti tingkat keparahan penyakit (24,9%), biaya vaksin (15,2%), efek samping ringan (14,5%), dan risiko efek samping berat (10,8%). Usia, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan tidak berhubungan signifikan dengan preferensi atribut vaksin (p-value>0,05). Disimpulkan bahwa efektivitas vaksin menjadi pertimbangan utama dalam keputusan vaksinasi dewasa, sedangkan preferensi terhadap atribut vaksin relatif serupa pada berbagai kelompok sosiodemografi.