Vaksinasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif untuk mencegah penyakit
menular, namun cakupan vaksinasi pada populasi dewasa masih belum optimal sehingga
peningkatan partisipasi vaksinasi dewasa tetap menjadi tantangan dalam kesehatan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi atribut vaksin yang paling memengaruhi preferensi
vaksinasi serta menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dengan preferensi atribut
vaksin. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan
Discrete Choice Experiment (DCE) berbasis algoritma Potentially All Pairwise Rankings of all
Possible Alternatives (PAPRIKA) melalui platform 1000minds. Data dikumpulkan secara daring dari
186 responden dewasa di Indonesia. Preferensi dianalisis menggunakan 1000minds, sedangkan
hubungan karakteristik sosiodemografi dengan preferensi atribut dianalisis menggunakan uji
One-Way ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas vaksin merupakan
atribut yang paling diprioritaskan (34,7%), diikuti tingkat keparahan penyakit (24,9%), biaya vaksin
(15,2%), efek samping ringan (14,5%), dan risiko efek samping berat (10,8%). Usia, tingkat
pendidikan, dan tingkat pendapatan tidak berhubungan signifikan dengan preferensi atribut vaksin
(p-value>0,05). Disimpulkan bahwa efektivitas vaksin menjadi pertimbangan utama dalam
keputusan vaksinasi dewasa, sedangkan preferensi terhadap atribut vaksin relatif serupa pada
berbagai kelompok sosiodemografi.
Perpustakaan Digital ITB