digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Andika Mochammad Zidane
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Pemanasan global mendorong urgensi transisi energi menuju sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai target pemerintah Indonesia, dengan perairan selatan Jawa memiliki potensi EBT yang besar dari gelombang laut dan angin, namun belum dikaji secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik variabilitas spasial-temporal EBT dari energi gelombang laut dan energi angin, serta mengestimasi potensi energi listrik di 12 lokasi perairan selatan Jawa (Pandeglang, Sukabumi, Cianjur, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Jember dan Alas Purwo). Kajian ini menggunakan data dari hindcast European Centre for Medium-Range Weather Forecasts 5th Generation (ERA5) selama 35 tahun (1990–2024). Penelitian ini menerapkan analisis distribusi Weibull untuk angin dan joint probability untuk gelombang laut. Hal tersebut dilakukan guna menghitung produksi energi tahunan serta kapasitas faktor perangkat Wave Energy Converter (WEC) dan turbin angin, yang terdiri dari Wave Dragon, Archimedes Waveswing (AWS), Pelamis, dan Haliade-150. Berdasarkan analisis yang dilakukan, perairan selatan Jawa didominasi oleh gelombang swell yang dicirikan oleh periode gelombang 10–14 detik, serta arah datang gelombang dominan dari selatan. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan energi tahunan rata-rata sebesar 21,42 kW/m untuk gelombang dan 239,9 W/m2 (0,239 kW/m2) untuk angin. Kemudian mencapai puncaknya pada periode monsun timur (Juni–Agustus) di seluruh lokasi dengan rata-rata sebesar 29,58 kW/m untuk gelombang dan 379,64 W/m2 (0,379 kW/m2) untuk angin. Selain itu, penelitian ini menghitung kapasitas faktor untuk seluruh lokasi dengan rata-rata 21,6% untuk Wave Dragon dan 15,32% untuk Haliade-150. Secara spasial, area perairan Pandeglang merupakan lokasi paling prospektif untuk energi gelombang laut dan angin, hal tersebut ditunjukkan dengan kapasitas faktor mencapai 21,33% dengan alat Wave Dragon dan turbin angin dengan kapasitas faktor mencapai 35,5% dengan alat Haliade-150. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan EBT di selatan Jawa dengan WEC dan turbin angin cukup menjanjikan pada beberapa lokasi. Hal ini penting guna mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk mewujudkan transisi energi berkelanjutan.