digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Imam Choerurizki
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjadi tantangan kritis bagi ketahanan energi nasional. Pada tahun 2025, tingkat ketergantungan impor LPG tercatat mencapai 81,06% atau setara dengan 7,49 juta Metrik Ton (MT) dari total kebutuhan nasional sebesar 9,24 juta MT. Sebagai langkah strategis diversifikasi energi dan percepatan program hilirisasi nasional, pada April 2026 pemerintah menginisiasi pemanfaatan batubara domestik untuk dikonversi menjadi Dimethyl Ether (DME). Pengolahan tiap 7 juta ton batubara menjadi 1,4 juta ton DME per tahun berpotensi menyubstitusi 1 juta ton LPG dan mereduksi ketergantungan impor sebesar 13,35%. Pulau Sumatera memiliki posisi strategis sebagai lumbung cadangan batubara dan pusat sentra produksi DME, namun penyaluran produk energi ini memerlukan sistem logistik dan distribusi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola rantai pasok DME di Pulau Sumatera melalui studi komparatif pemilihan moda dan skenario transportasi multimoda. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi konfigurasi rute dan pola suplai yang optimal guna mendukung kelayakan distribusi DME serta memperkuat kedaulatan energi di Indonesia.