Pulau Buru memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam jaringan maritim Indonesia. Potensi strategis Pulau Buru didukung oleh kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Pulau ini dikenal sebagai sentra produksi minyak kayu putih terbesar di Indonesia dengan potensi produksi minyak kayu putih sebesar 13.000 ton/tahun berdasarkan Bappeda Kabupaten Buru tahun 2016. Kesenjangan antara potensi sumber daya alam yang masif dengan kondisi infrastruktur pelabuhan yang ada saat ini menjadi hambatan utama pertumbuhan ekonomi Pulau Buru. Oleh karena itu, perlu adanya pembangunan infrastruktur dermaga dengan skala yang lebih besar. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan perancangan dermaga yang mampu melayani kapal kargo dengan kapasitas 10.000 DWT.
Lingkup pembahasan tugas akhir ini adalah pengolahan data sekunder, perhitungan beban yang bekerja pada struktur, perhitungan dimensi struktur, pemodelan dan analisis struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000, desain penulangan elemen struktur, dan analisis daya dukung tanah. Struktur dimodelkan agar memenuhi syarat batas UCR dan defleksi yang ditentukan. Hasil dari tugas akhir ini berupa dimensi struktur dermaga, fasilitas berlabuh dan bertambat kapal, dimensi elemen struktur dermaga, penulangan elemen struktur dermaga, dan kedalaman pemancangan tiang pancang.
Struktur dermaga hasil perancangan memiliki dimensi panjang 160 m, lebar 25 m, serta elevasi berada di +3,2 m dari LWS (Low Warer Spring). Tiang pancang yang digunakan tiang pancang baja tubular berdiameter 711 mm dengan ketebalan 17,5 mm, dipancang sedalam 22 m dari dasar laut. Adapun struktur trestle yang menhubungkan dermaga dengan daratan memiliki dimensi panjang 80 m dan lebar 10 m. Struktur trestle menggunakan tiang pancang yang sama dengan struktur dermaga.
Perpustakaan Digital ITB