DAS Cisangkuy merupakan salah satu sub-DAS penting di wilayah Citarum Hulu
yang mengalami penurunan fungsi lingkungan akibat perubahan tata guna lahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sedimen (sediment yield),
menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap hasil sedimen, serta
menentukan skenario penggunaan lahan yang paling efektif dalam mengurangi
sedimentasi. Pemodelan dilakukan menggunakan SWAT+ berbasis QGIS dengan
membagi DAS Cisangkuy menjadi 35 subbasin dan 3.980 HRU. Hasil evaluasi
model menunjukkan nilai Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar 0,47 pada
periode kalibrasi (2017–2020) dan 0,41 pada periode validasi (2021–2023). Rata-
rata hasil sedimen yang dihasilkan sebesar 23,70 Mg/ha/tahun pada tahun 2020 dan
22,56 Mg/ha/tahun pada tahun 2023. Hasil sedimen tertinggi ditemukan pada
Subbasin 29, yaitu sebesar 128,57 Mg/ha/tahun, yang dipengaruhi oleh kondisi
lereng yang curam dan rendahnya tutupan vegetasi. Penambahan tutupan hutan
menunjukkan hasil yang baik dalam mengurangi sedimentasi, salah satunya pada
Subbasin 33 yang mengalami penurunan hasil sedimen hingga 65,06%. Dari
beberapa skenario yang diuji, skenario 1, yaitu mengubah 20% lahan pertanian dan
5% lahan perkebunan menjadi hutan, menjadi skenario yang paling efektif.
Skenario ini mampu menurunkan rata-rata hasil sedimen sebesar 20,92% menjadi
17,84 Mg/ha/tahun serta mengurangi fluktuasi debit sungai berdasarkan rasio
Qmax/Qmin sebesar 26,05%.
Perpustakaan Digital ITB