digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

DAS Cisangkuy merupakan salah satu sub-DAS penting di wilayah Citarum Hulu yang mengalami penurunan fungsi lingkungan akibat perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sedimen (sediment yield), menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap hasil sedimen, serta menentukan skenario penggunaan lahan yang paling efektif dalam mengurangi sedimentasi. Pemodelan dilakukan menggunakan SWAT+ berbasis QGIS dengan membagi DAS Cisangkuy menjadi 35 subbasin dan 3.980 HRU. Hasil evaluasi model menunjukkan nilai Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar 0,47 pada periode kalibrasi (2017–2020) dan 0,41 pada periode validasi (2021–2023). Rata- rata hasil sedimen yang dihasilkan sebesar 23,70 Mg/ha/tahun pada tahun 2020 dan 22,56 Mg/ha/tahun pada tahun 2023. Hasil sedimen tertinggi ditemukan pada Subbasin 29, yaitu sebesar 128,57 Mg/ha/tahun, yang dipengaruhi oleh kondisi lereng yang curam dan rendahnya tutupan vegetasi. Penambahan tutupan hutan menunjukkan hasil yang baik dalam mengurangi sedimentasi, salah satunya pada Subbasin 33 yang mengalami penurunan hasil sedimen hingga 65,06%. Dari beberapa skenario yang diuji, skenario 1, yaitu mengubah 20% lahan pertanian dan 5% lahan perkebunan menjadi hutan, menjadi skenario yang paling efektif. Skenario ini mampu menurunkan rata-rata hasil sedimen sebesar 20,92% menjadi 17,84 Mg/ha/tahun serta mengurangi fluktuasi debit sungai berdasarkan rasio Qmax/Qmin sebesar 26,05%.