Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global akibat meningkatnya emisi gas rumah
kaca. Pohon pada lahan hijau mampu menyediakan penyerapan dan penyimpanan karbon
alami melalui fotosintesis. Sebagai salah satu area urban penyumbang emisi, penting untuk
mendorong potensi penyimpanan karbon pada lingkungan kampus. Estimasi stok karbon
dilakukan menggunakan IPCC Tier 1, Tier 2, dan Tier 3 dengan basis SNI 7724:2019 yang
mengukur carbon pool biomassa atas permukaan, bawah permukaan, nekromassa, dan
serasah. Pada tier 3, lokasi dikelompokkan menjadi lahan bangunan non-pemukiman lain
(23,4 ha), lahan parkir (1,53 ha), lapangan diperkeras (0,47 ha), dan pekarangan (3,32 ha).
Lokasi dibagi menjadi hutan tanaman (3,32 ha) dan pemukiman (25,39 ha) untuk tier 2, serta
menjadi hutan hujan tropis (28,71 ha) untuk tier 1. Pada penelitian ini, diperoleh estimasi
total 1.765,065 ton C berdasarkan 36 titik lokasi sampel dan 112 individu sampel pohon
untuk tier 3; 209,37 ton C untuk tier 2; dan 2.403,3 ton C untuk tier 1. Ketika dibandingkan,
tier 1 lebih mendekati estimasi tier 3 dengan selisih absolut 638,236 dan percent bias 36,159.
Meskipun secara teoritis lebih rinci, tier 2 memiliki selisih absolut 1.555,695 dan percent
bias -88,138 terhadap tier 3. Perbedaan hasil estimasi dapat terjadi akibat faktor pemilihan
koefisien dan parameter, klasifikasi lahan, karakteristik vegetasi, dan pengelolaan dan
pertumbuhan spesifik pada lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya
ketergantungan akurasi tier 2 pada kesesuaian klasifikasi lahan yang digunakan dengan
variasi vegetasi pada kondisi aktual. Oleh karena itu, dalam memilih metode estimasi yang
tepat diperlukan pertimbangan karakter tutupan vegetasi bersamaan dengan pertimbangan
teoritis dan teknis lainnya.
Perpustakaan Digital ITB