digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Peningkatan kebutuhan energi yang terus meningkat dari sektor industri maupun sektor domestik, telah mendorong penelitian terkait sumber energi alternatif yang bisa digunakan menjadi energi terbarukan dan lebih ramah lingkungan. Bioetanol dapat menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Salah satu usaha dalam optimalisasi pembentukan bioetanol adalah dengan penambahan mikronutrien sebagai kofaktor enzim untuk meningkatkan efisiensi pengolahan limbah secara anaerob. Penelitian dilakukan dalam rangka melakukan analisis pengaruh penambahan mikronutrien terhadap penyisihan senyawa organik (Chemical Oxygen Demand), pembentukan Total Asam Volatil (TAV), dan produksi bioetanol dari limbah POME. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara variabel tersebut berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dalam sepuluh tahun terakhir sehingga dapat menjadi rekomendasi berdasarkan hasil meta-analisis yang dilakukan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dilanjutkan dengan analisis meta-analisis korelasional. Data diperoleh dari literatur yang relevan dan telah memenuhi kriteria inklusi, seperti kesamaan substrat, metode anaerobik, serta tersedianya data kuantitatif mengenai mikronutrien dan hasil fermentasi etanol. Dalam proses analisis, data yang diperoleh diekstraksi untuk kemudian dihitung persentase pengurangan COD, pembentukan TAV, dan produksi bioetanol. Selanjutnya, dilakukan uji korelasi dan perhitungan effect size yang ditransformasikan menggunakan metode Fisher’s z untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara penambahan mikronutrien terhadap pembentukan etanol. Nilai summary effect yang didapatkan pada meta analisis adalah sebesar 0,1 dan model effect size adalah fixed effect model. Hasil meta-analisis tersebut dilakukan uji verifikasi di laboratorium dengan dosis optimum pembentukan etanol. Pada pengujian laboratorium terdapat dua variasi yakni kombinasi Fe2+ dengan Zn2+ dan kombinasi antara Cu2+, Mn2+, dan Mg2+ . Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kombinasi Fe2+ dengan Zn2+ meningkatkan nilai etanol sebesar 94% pada jam ke-72 dengan konsentrasi etanol sebesar 180,96 mg/L. Sedangkan kombinasi antara Cu2+, Mn2+, dan Mg2+ memberikan peningkatan pembentukan etanol sebesar 96% pada jam ke-72 yakni sebesar 120,81. Sedangkan pada reaktor kontrol hanya memberikan peningkatan sebesar 39%.