Distribusi dosis merupakan aspek penting dalam menentukan efektivitas dan
kelayakan penggunaan terapi proton. Distribusi ini dipengaruhi oleh berbagai
faktor, termasuk karakteristik partikel sumber dan model berkas yang digunakan.
Penelitian ini menganalisis distribusi dosis yang dihasilkan oleh berkas proton 56,2
MeV dengan sumber model Gaussian, paralel, dan phase space yang melintasi
fantom air homogen. Karakteristik dari setiap model berkas dianalisis melalui kurva
Percentage Depth Dose (PDD) dan profil dosis. Estimasi dosis diperoleh dari
akumulasi data pada 300 voxel scoring region sepanjang sumbu x dan y, dengan
profil dosis yang diamati pada permukaan fantom dan kedalaman Dmax. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa model Gaussian dan paralel memiliki PDD yang
identik dengan kedalaman Dmax 2,525 cm, berbeda dengan model phase space yang
bertambah 8% atau 0,2 cm. R80 dan R90 dari berkas Gaussian dan paralel juga
menunjukkan nilai yang sama, yaitu 2,540 cm dan 2,532 cm, dengan berkas phase
space yang bertambah 0,215 cm untuk R80 dan 0,210 cm untuk R90. Distal fall off
(DFO) berkas Gaussian dan paralel pun hampir sama, yaitu ±0,055 cm, sedangkan
berkas phase space bertambah 0,014 cm. Full width at half maximum (FWHM) dari
berkas Gaussian, paralel dan phase space secara berurutan adalah 0,301 cm, 0,296
cm, dan 0,348 cm. Selain PDD, kurva profil dosis dari ketiga model berkas juga
menunjukkan karakteristik khusus dari berkas proton 56,2 MeV. FWHM dari profil
dosis berkas Gaussian < phase space < paralel, yang berada dalam rentang 1,657-
2,490 cm. Nilai ini menunjukkan model berkas Gaussian menghasilkan distribusi
dosis yang paling terfokus. Lebar 13,5% dosis dari Dmax berkas phase space <
Gaussian < paralel dengan nilai 2,6-3,2 cm. Simetri dari semua berkas berada di
bawah toleransi yang direkomendasikan AAPM TG 224, yang berada pada rentang
0,026%-0,165%. Penumbra lateral phase space < paralel < Gaussian bernilai
0,502-0,756 cm. Dari seluruh parameter kurva PDD dan profil dosis yang dihitung,
model phase space menunjukkan kesesuaian nilai parameter terbaik terhadap data
referensi hasil penelitian sebelumnya, serta standar klinis seperti NIST dan AAPM
TG 224.
Perpustakaan Digital ITB