Implan tulang pada kasus fraktur patologis pasien kanker dapat memodifikasi
distribusi dosis dalam terapi proton akibat interaksi material dengan berkas partikel.
Penelitian ini bertujuan menganalisis efek material implan tulang terhadap
distribusi dosis proton menggunakan simulasi Monte Carlo. Simulasi menggunakan
program Particle and Heavy Ion Transport Code System (PHITS) 3.34. Simulasi
dilakukan pada fantom berukuran 30×30×30 cm³ yang diirradiasi dengan berkas
proton monoenergetik 140 MeV. Variasi material fantom meliputi: (1) air (?=1.0
g/cm³), (2) tulang (?=1.85 g/cm³), dan (3) tiga jenis implan Ti Alloy (?=4.43 g/cm³),
CoCr Alloy (?=8.47 g/cm³), dan PEEK (?=1.32 g/cm³). Lima konfigurasi geometri
dimodelkan: (i) fantom A= air homogen, (ii) fantom B= air-tulang-air, (iii) fantom
C=air-tulang-implan-tulang-air, (iv) fantom D=air-implan-tulang-air, dan (v)
fantom E=air-tulang-implan-air, dengan ketebalan tulang 1.5 cm dan implan 0.3
cm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keberadaan implan memberikan pengaruh
signifikan terhadap distribusi dosis kedalaman proton. Secara kuantitatif, setiap
penurunan densitas material implan sebesar 1% menyebabkan pergeseran
kedalaman dosis maksimum sekitar 0,14% ke arah yang lebih dalam. Selain itu,
variasi konfigurasi fantom memengaruhi pelebaran FWHM dan penumbra lateral,
pengaruh dari efek range straggling dan akumulasi hamburan sepanjang lintasan
proton. Analisis distribusi sudut menunjukkan penurunan fraksi proton dengan
sudut ? 3° pada wilayah inhomogen yang melibatkan implan, dengan fraksi proton
menurun dari 92,10% menjadi 59,91% untuk Ti Alloy, 49,95% untuk CoCr Alloy,
dan 73,82% untuk PEEK. Tren ini mengindikasikan bahwa peningkatan densitas
material implan menyebabkan peningkatan hamburan sudut proton. Penelitian ini
menegaskan bahwa material dan konfigurasi geometris implan tulang berperan
penting dalam memodifikasi distribusi dosis proton, baik secara longitudinal
maupun lateral.
Perpustakaan Digital ITB