digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Elektroplating merupakan salah satu aplikasi dari metode elektrokimia, elektroplating banyak digunakan untuk melindungi logam dari korosi atau untuk memperbaiki penampilan dari logam dasar. Bahan baku yang digunakan pada proses elektroplating merupakan jenis logam berat yang dapat memberikan dampak buruk terhadap pekerja, salah satunya adalah nikel (Ni). Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pajanan nikel (Ni) secara terinhalasi pada pekerja dari kegiatan elektroplating secara manual dengan kegiatan elektroplating secara automatis, terhadap kemungkinan terjadinya penurunan gangguan kesehatan, dengan mengukur kadar Ni pada urin (UNi) dan albumin urin (UAlb) pekerja, yang merupakan salah satu biomarker gejala penurunan fungsi ginjal. Penelitian dilakukan secara cross sectional, metode analisis nikel yang digunakan adalah NIOSH 7300 untuk analisis Ni pada filter, NIOSH 8310 untuk analisis UNi, dan metode Immunoturbidimetri untuk analisis UAlb. Hasil analisis dari ke-40 sampel menunjukkan bahwa tidak ada intake Ni (CNi) yang melebihi nilai TLV-TWA yang ditetepakan oleh ACGIH dan Permenaker, yaitu dengan rata sebesar 0.0011 mg/m3 untuk kelompok manual dan 0.0013 mg/m3 untuk kelompok automatis. Rata-rata nilai UNi untuk kelompok manual sebesar 73.05 μg/g kreatinin dan sebesar 33.44 μg/g kreatinin untuk kelompok automatis, hasil analisis juga menunjikkan bahawa terdapat korelasi yang signifikan antara intake Ni terhadap respon tubuh UNi. Untuk UAlb kelompok manual memiliki rata-rata sebesar 8.9 μg/mg kreatinin dan kelompok automatis sebesar 9.4 μg/mg kreatinin. Dari hasil analisis, tidak terdapat perbedaan secara nyata antara kelompok pekerja pelapisan logam manual dengan pekerja pelapisan logam automatis.