Mikroplastik (MP) banyak ditemukan dalam air limbah rumah tangga, terutama dari kegiatan mencuci pakaian, dengan detergen pencucian pakaian sebagai salah satu sumber yang berpotensi melepaskan MP ke air limbah domestik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik MP dalam detergen, mengevaluasi efisiensi penyisihannya menggunakan proses lumpur aktif, serta menganalisis mekanisme interaksi MP dengan biomassa. Percobaan dilakukan menggunakan reaktor batch aerobik selama tujuh hari dengan tiga jenis detergen, yaitu bubuk, biodegradable, dan softener, pada tiga variasi dosis berdasarkan dosis penggunaan yang dianjurkan produsen. Mikroplastik dikarakterisasi menggunakan mikroskop cahaya binokular dan ATR-FTIR, sedangkan interaksi dengan biomassa diamati melalui analisis SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MP didominasi oleh bentuk fragmen dan bead, sebagian besar berukuran <10 µm, serta teridentifikasi sebagai polietilen (PE) dan poliakrilonitril (PAN). Efisiensi penyisihan MP dengan proses lumpur aktif tertinggi diperoleh pada detergen bubuk sebesar 80-87%, diikuti detergen biodegradable sebesar 74-78% dan detergen softener sebesar 69-77%. Hasil two-way ANOVA menunjukkan bahwa dosis detergen berpengaruh signifikan terhadap persentase penyisihan MP (F = 11,51; p = 0,003), demikian pula jenis detergen (F = 29,59; p = 0,001). Uji post-hoc Tukey menunjukkan bahwa detergen bubuk memiliki penyisihan MP yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan detergen biodegradable (p = 0,001) dan softener (p = 0,001), sedangkan detergen biodegradable dan softener tidak berbeda signifikan (p = 0,553). Pada faktor konsentrasi, perbedaan signifikan hanya ditemukan antara konsentrasi 3 dan 5 mg/L (p = 0,003), sedangkan konsentrasi 3-4 mg/L dan 4-5 mg/L tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Neraca massa menunjukkan bahwa sekitar 51,78-56,58% MP pada akhir percobaan terkonsentrasi dalam lumpur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyisihan MP terutama berlangsung melalui penjerapan pada flok, pemerangkapan dalam matriks extracellular polymeric substances (EPS), aglomerasi, serta pengendapan bersama biomassa. Secara keseluruhan, proses lumpur aktif mampu menyisihkan sebagian besar MP yang berasal dari detergen, dengan kinerja penyisihan yang dipengaruhi oleh jenis dan dosis detergen.
Perpustakaan Digital ITB