digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Pencemaran mikroplastik dalam greywater pencucian pakaian semakin mengkhawatirkan, namun mekanisme penyisihannya dalam pengolahan biologis masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis efisiensi penyisihan mikroplastik menggunakan proses lumpur aktif, (2) membandingkan pengaruh deterjen bubuk, biodegradable, dan softener terhadap pelepasan mikroplastik, serta (3) mengidentifikasi mekanisme interaksi mikroplastik dengan biomassa mikroba. Sistem lumpur aktif dioperasikan secara batch dengan variasi jenis deterjen. Konsentrasi mikroplastik diukur menggunakan mikroskop, sedangkan interaksi kimia-fisik dianalisis dengan spektroskopi FTIR dan pengukuran polimer ekstraseluler (EPS). Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan rata-rata mencapai 93.69 ± 1.26 %. Limbah pencucian pakaian menggunakan deterjen softener melepaskan mikroplastik tertinggi (3.954 partikel/10 mL), diikuti limbah pencucian pakaian menggunakan deterjen bubuk melepaskan miroplastik (3.954 partikel/10 mL), sedangkan limbah pencucian pakaian menggunakan deterjen biodegradable melepaskan mikroplastik terendah (2.361 partikel/10 mL). Hal ini membuktikan bahwa formulasi deterjen sangat memengaruhi beban pencemar awal. Dengan demikian, hipotesis penelitian terbukti bahwa sistem lumpur aktif menyisihkan mikroplastik melalui mekanisme adsorpsi pada biomassa dan perangkap fisik dalam flok. Proses ini terbukti andal sebagai solusi pengendalian pencemaran mikroplastik dari limbah domestik.