Sungai Benenain merupakan sungai dengan karakteristik morfologi yang dinamis
akibat interaksi antara aliran, angkutan sedimen, dan geometri alur. Pada ruas hilir,
kelengkungan sungai menyebabkan distribusi energi aliran yang tidak seragam
sehingga memengaruhi proses erosi dan deposisi, khususnya pada tikungan sungai.
Penelitian ini bertujuan menganalisis laju angkutan sedimen dan implikasinya
terhadap perubahan dasar sungai serta erosi pada tikungan, sekaligus mengevaluasi
skenario penanganan yang sesuai dengan karakteristik hidrodinamika dan
morfologi lokal. Analisis dilakukan pada ruas hilir Sungai Benenain sepanjang
±5,96 km selama periode 2019–2023 menggunakan formulasi angkutan sedimen
Van Rijn serta pemodelan hidrodinamika dan morfologi satu dimensi (1D) dan dua
dimensi (2D) dengan HEC-RAS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit dari 1,5 m³/det menjadi 100
m³/det meningkatkan laju angkutan sedimen total dari 0,007715 ton/hari menjadi
868,882805 ton/hari, dengan dominasi angkutan sedimen dasar. Peningkatan
kecepatan dan tegangan geser juga diikuti oleh degradasi dasar hingga ?0,7621 m,
yang menunjukkan keterkaitan antara energi aliran, mobilisasi sedimen, dan
perubahan morfologi sungai. Pada tiga tikungan kritis, perbedaan geometri alur
menghasilkan distribusi kecepatan, tegangan geser, serta zona erosi–deposisi yang
berbeda. Evaluasi skenario menunjukkan bahwa kombinasi krib–revetment lebih
sesuai diterapkan pada Tikungan 1 dan Tikungan 2, sedangkan revetment lebih
sesuai pada Tikungan 3. Skenario tersebut mampu mengurangi konsentrasi energi
aliran pada tebing luar dan menghasilkan respons perubahan dasar yang lebih
terkendali. Hasil penelitian menegaskan bahwa penanganan erosi tikungan tidak
dapat diterapkan secara seragam, tetapi perlu ditentukan berdasarkan keterkaitan
antara angkutan sedimen, karakteristik hidrodinamika, dan respons morfologi lokal
pada setiap tikungan.
Perpustakaan Digital ITB