abstrak_ Ocdi Amanata Radiansyah [13322061]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BABA IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Inspeksi termal inframerah pada modul fotovoltaik masih bergantung pada
interpretasi visual yang rentan inkonsistensi dan tidak mampu berskala. Oleh karena
itu, penelitian ini merancang dan mengevaluasi sistem deteksi kegagalan hotspot
otomatis sekaligus membandingkan tiga pendekatan yang berbeda secara sistematis
(threshold sederhana, machine learning berbasis fitur statistic dan transfer learning
berbasis piksel penuh menggunakan MobileNetV2) untuk menentukan pendekatan
paling optimal dalam ruang trade-off antara akurasi deteksi dan efisiensi komputasi
pada sistem monitoring PLTS berskala menengah. Dataset terdiri atas 1.146 citra
termal inframerah modul surya dari repositori public dengan rasio
ketidakseimbangan kelas 8,1:1 di mana setiap citra dikonversi ke grayscale dan
diekstraksi menjadi lima fitur statistic termal. Dua model baseline threshold, dua
algoritma ensemble learning (Random Forest dan XGBoost) yang dioptimasi
melalui pencarian hyperparameter dengan validasi silang serta MobileNetV2
dengan fine-tuning dua tahap sebagai representasi pendekatan deep learning
dievaluasi secara bersamaan terhadap metrik performa klasifikasi dan efisiensi
komputasi. Pendekatan threshold tunggal terbukti tidak memadai karena
kemampuannya mengenali kondisi normal runtuh hampir sepenuhnya meskipun
sensitive terhadap hotspot. Random Forest dan XGBoost mencapai performa
klasifikasi sangat tinggi pada seluruh metrik dengan ukuran model di bawah 0,4
MB dan latensi inferensi di bawah 7 milidetik per citra. MobileNetV2 mencapai
klasifikasi sempurna pada data uji dan mampu mengenali pola spasial distribusi
panas yang tidak tertangkap oleh fitur statistic global namun dengan ukuran model
68 kali lebih besar dan latensi 14 kali lebih lambat dibanding Random Forest. Fitur
?T terbukti sebagai representasi termal paling diskriminatif di antara seluruh fitur
yang dievaluasi. Temuan ini menunjukkan bahwa operator dan pengembang sistem
monitoring PLTS berskala menengah dapat mengadopsi model ensemble learning
berbasis fitur statistic termal sebagai alternative yang akurat sekaligus ringan secara
komputasi dibanding deep learning tanpa memerlukan infrastruktur GPU yang
mahal.
Perpustakaan Digital ITB