2025_TS_PP_Susi Handayani_29123310_Full Thesis Update
PUBLIC Open In Flipbook Yose Ali Rahman
Transisi energi di Indonesia menargetkan dekarbonisasi sektor kelistrikan sejalan
dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 7. Kendati upaya pemerintah
untuk menekan jumlah pembangkit berbahan bakar fosil terus dilakukan, capaian
pertumbuhan energi terbarukan pada tahun 2023 baru berkontribusi sebesar
12,06% terhadap bauran energi nasional. Energi biomassa menjadi salah satu
strategi yang direncanakan pemerintah dalam program de-dieselisasi dalam hal
mendukung upaya pertumbuhan bauran energi terbarukan. Pelet kayu Calliandra
calothyrsus diusulkan sebagai bahan bakar energi biomassa karena daur hidupnya
yang cepat, memiliki nilai kalor tinggi, serta kemampuannya tumbuh di lahan
marginal. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan pembangunan pembangkit
listrik biomassa (PLTBm) berkapasitas 50,9 MW dengan bahan bakar pelet kayu
Calliandra pada tiga lokasi di Pulau Jawa, yaitu Sukabumi, Purwodadi, dan
Saradan. Analisis yang dilakukan adalah tekno-ekonomi menggunakan RETScreen
dengan menerapkan tiga skenario, meliputi tarif dasar pembelian listrik
$0,0929/kWh, subsidi karbon $10/tCO?, dan skenario eskalasi tarif dengan tarif
awal $0,111/kWh yang naik 1%/tahun. Penelitian ini merupakan studi kelayakan
pertama yang mengkaji penggunaan pelet kayu Calliandra untuk PLTBm skala
besar sekaligus mengintegrasikan mekanisme subsidi karbon dalam pemodelan
keuangannya. Hasil analisis menunjukkan seluruh lokasi tidak layak secara
finansial pada tarif dasar saat ini. Penerapan subsidi karbon meningkatkan
kelayakan finansial seluruh lokasi, di Sukabumi, NPV naik dari –$8,3 juta menjadi
$14,8 juta dan IRR dari –3,7% menjadi 4,6%. Di Purwodadi, NPV meningkat dari
$1,6 juta menjadi $24,8 juta dan IRR dari –1,2% menjadi 7,9%. Sementara itu, di
Saradan NPV meningkat dari –$5,9 juta ke $17,3 juta dan IRR dari –10,3% ke
5,4%. Penerapan eskalasi tarif memberikan dampak yang lebih besar dengan NPV
mencapai $25,9 juta di Sukabumi, $35,8 juta di Purwodadi, dan $28,4 juta di
Saradan, serta periode pengembalian modal kurang dari 2,5 tahun di seluruh
lokasi. Dari tiga lokasi, hanya Purwodadi yang menunjukkan kinerja positif pada
semua skenario, sementara Sukabumi dan Saradan baru beralih menjadi layak
secara finansial pada skenario intervensi. Strategi yang direkomendasikan adalah
memprioritaskan pengembangan PLTBm di Purwodadi, dengan menerapkan
subsidi karbon pada tahap awal.
Perpustakaan Digital ITB