digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kestabilan lereng highwall menjadi aspek yang menentukan keberlangsungan operasi tambang terbuka, sebab kondisinya ditentukan oleh interaksi antara tatanan geologi, kualitas massa batuan, hidrogeologi, dan geometri lereng. Penelitian ini mengevaluasi kestabilan lereng highwall pada Pit "Musang" milik PT. Indominco Mandiri, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dengan tujuan mengetahui karakteristik massa batuan, potensi longsoran, nilai faktor keamanan (FK), sekaligus merumuskan rekomendasi geoteknik yang memenuhi standar. Data primer dikumpulkan melalui scanline pada lima titik, dilengkapi data sifat fisik–mekanik batuan, penampang topografi, dan beban peledakan. Analisis menggabungkan metode Rock Mass Rating (Bieniawski, 1989), analisis kinematik, serta kesetimbangan batas Morgenstern-Price berbasis pendekatan probabilistik pada perangkat lunak Slide2, dengan variasi muka air tanah mengacu pada Wyllie & Mah (2004). Nilai RMR yang diperoleh berkisar 57,49–62,89, dengan SC_1 dan SC_3 berada pada kelas Fair Rock serta SC_2, SC_4, dan SC_5 pada kelas Good Rock. Analisis kinematik menunjukkan potensi toppling failure dan wedge sliding, yang didominasi oleh toppling failure untuk seluruh lereng yang diteliti. Hasil analisis kesetimbangan batas memperlihatkan bahwa kestabilan lereng sangat dikendalikan oleh kondisi muka air tanah (MAT). Pada kondisi jenuh sepenuhnya, seluruh lereng pada penampang (A–A', B–B', dan C–C') berkriteria tidak aman dengan probabilitas keruntuhan mencapai 100%. Ketika MAT diturunkan hingga kondisi setengah jenuh, hanya penampang A–A' yang aman, sementara penampang B–B' dan C–C' berkriteria tidak aman. Mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, kedua penampang bermasalah tersebut diperbaiki melalui rekayasa geoteknik yang berupa rekomendasi geometri lereng. Rekomendasi yang dilakukan terbukti efektif menaikkan FK hingga memenuhi standar, sehingga seluruh lereng kembali stabil.