Banjir di DAS Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, merupakan bencana berulang yang berdampak signifikan terhadap sektor permukiman, pertanian, dan fasilitas publik. Kejadian ini dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, serta penurunan kapasitas tampung sungai akibat sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi dan hidraulika Sungai Ciletuh, mengestimasi kerugian ekonomi banjir, serta mengevaluasi skenario pengendalian banjir struktural dan non-struktural.
Metodologi penelitian mengintegrasikan analisis hidrologi melalui perhitungan hujan rencana dan nilai Curve Number (CN) dengan pemodelan HEC-HMS, serta analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS 2D untuk memetakan kedalaman dan luas genangan banjir. Estimasi kerugian ekonomi mencakup kerugian langsung dan tidak langsung menggunakan metode Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC) untuk sektor permukiman dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk sektor pertanian. Selain itu, penelitian ini menganalisis pengaruh penebalan sedimen terhadap eskalasi genangan dan kerugian ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor permukiman merupakan kontributor terbesar terhadap total kerugian ekonomi, baik pada kerugian langsung maupun tidak langsung. Skenario struktural berupa normalisasi sungai dan skenario non-struktural berupa konservasi DAS berbasis agroforestry terbukti layak secara ekonomi dalam periode analisis 25 tahun dengan nilai NPV positif dan BCR > 1. Temuan ini merekomendasikan strategi pengendalian banjir terpadu sebagai upaya mitigasi risiko banjir dan pengelolaan daya rusak air yang berkelanjutan di DAS Ciletuh.
Perpustakaan Digital ITB