digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Emery Faiza
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keanekaragaman sumber daya hutan yang beragam serta berbagai jasa ekosistem yang berpotensi untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan. Namun, pemanfaatan sumber daya hutan masih belum optimal sehingga belum mampu memberikan nilai tambah yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber daya hutan potensial TNGGP, menganalisis kelayakan usaha pemanfaatannya, serta menganalisis model bisnis pengusahaan sumber daya hutan potensial. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk mengidentifikasi potensi sumber daya hutan, analisis kelayakan usaha berdasarkan aspek pasar, teknis, sosial, lingkungan, dan finansial menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period (PP), serta analisis model bisnis menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC), analisis SWOT dan Blue Ocean Strategy (BOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya hutan potensial yang direkomendasikan untuk dikembangkan meliputi pemanfaatan tumbuhan obat, pengembangan ekowisata berbasis fauna, serta pemanfaatan jasa ekosistem pengaturan tata air untuk penyediaan air bersih. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa pengembangan ketiga potensi tersebut layak untuk dijalankan baik dari aspek pasar, teknis, sosial, lingkungan dan finansial dengan nilai NPV sebesar Rp.44.247.102.075, IRR sebesar 18,4%, PI sebesar 9,3, dan PP selama 2 tahun 3 bulan. Selanjutnya, analisis model bisnis menghasilkan redesain Business Model Canvas yang memuat berbagai strategi pengembangan dan pemanfaatan sumber daya hutan potensial yang telah teridentifikasi.