Sistem penyediaan daya listrik on-board pada rangkaian kereta api jarak jauh
PT Kereta Api Indonesia (Persero) sangat bergantung pada genset diesel kereta
pembangkit, sehingga peningkatan efisiensi pemanfaatan energi menjadi isu
penting bagi penghematan bahan bakar dan penurunan emisi. Di sisi lain, kajian
integrasi Organic Rankine Cycle (ORC) pada genset kereta pembangkit dengan
mempertimbangkan keterbatasan ruang instalasi, konfigurasi penukar kalor, dan
tata letak sistem masih relatif terbatas sehingga diperlukan analisis konseptual
berbasis pemodelan untuk menilai kelayakan teknisnya. Penelitian ini bertujuan
merekayasa dan mengevaluasi kelayakan teknis integrasi sistem ORC pada genset
kereta pembangkit. Objek kajian menggunakan genset diesel MTU 10V1600 G20F
dengan temperatur gas buang nominal sebesar 519,5 °C dan laju aliran massa 0,940
kg/s. Pemodelan termodinamika sistem dilakukan menggunakan Aspen HYSYS
V14 dengan dukungan data properti fluida dari REFPROP, sedangkan perancangan
penukar kalor utama dilakukan secara rigorous menggunakan Aspen EDR V14.
Evaluasi dilakukan terhadap pemilihan fluida kerja, konfigurasi siklus, desain
evaporator, Internal Heat Exchanger (IHX), Air Cooled Condenser (ACC), serta
tata letak konseptual sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa R1336mzz(Z)
merupakan fluida kerja yang paling sesuai karena menghasilkan daya ekspander
sebesar 70,03 kW, memiliki Ozone Depletion Potential (ODP) nol, Global
Warming Potential (GWP) sangat rendah, serta klasifikasi keselamatan A1. Untuk
meningkatkan kestabilan termal-hidraulik, fungsi evaporator dipisahkan menjadi
vaporizer dan superheater bertipe TEMA AES, sehingga peringatan aliran dua fasa
seperti stratified boiling dan critical heat flux dapat dikurangi. Integrasi IHX
sebagai recuperator juga meningkatkan pemanfaatan panas internal sebelum fluida
kerja masuk ke vaporizer. Pada konfigurasi akhir dengan ACC full-duty thermal
benchmark, sistem ORC menghasilkan daya bersih sebesar 55,45 kW, yang setara
dengan sekitar 19,89% dari beban listrik baseline rangkaian sebesar 278,72 kW.
Evaluasi tata letak menunjukkan bahwa sistem ORC lebih realistis ditempatkan
pada kereta tersendiri yang dikopel berdekatan dengan kereta pembangkit agar
kebutuhan ruang ACC, akses perawatan, dan jalur ducting gas buang dapat
diakomodasi secara teknis.
Perpustakaan Digital ITB