Penelitian ini menganalisis hubungan antara beban kerja dan tingkat kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi PT. X, sebuah perusahaan industri kimia dengan sistem kerja shift dan aktivitas produksi yang menuntut kewaspadaan tinggi. Beban kerja fisik diukur menggunakan Cardiovascular Load (CVL), beban kerja mental diukur dengan NASA-TLX, kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan kelelahan kerja diukur melalui Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Penelitian cross-sectional ini melibatkan 82 pekerja produksi yang terdiri atas operator, production helper, supervisor, dan pekerja dayshift. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat, dan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa beban kerja fisik seluruh kelompok masih berada pada kategori tidak terjadi kelelahan secara fisiologis, sedangkan beban kerja mental berada pada kategori tinggi. Kualitas tidur memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kelelahan kerja (koefisien 0,343; p=0,012). Sebaliknya, beban kerja mental tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur (p=0,191) maupun kelelahan kerja (p=0,057). Nilai R2 menunjukkan bahwa model menjelaskan 17,5% variasi kelelahan kerja dan 1,7% variasi kualitas tidur. Temuan ini menegaskan bahwa aspek pemulihan melalui tidur lebih dominan dalam menjelaskan kelelahan dibandingkan beban kerja mental pada responden penelitian.
Perpustakaan Digital ITB