Pengolahan limbah cair secara anaerob sangat bergantung pada kondisi
hidrodinamika di dalam reaktor untuk mengoptimalkan proses transfer massa.
Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik hidrodinamika gelembung dalam
Circulating bed reactor (CBR) melalui eksperimen laboratorium dan simulasi
Computational Fluid Dynamics (CFD). Parameter yang dianalisis meliputi
pengaruh variasi tinggi cairan (H = 30, 60, dan 90 cm) serta laju alir gas nitrogen
(1–3 L/menit) terhadap ukuran gelembung, kecepatan naik gelembung (bubble rise
velocity), gas hold-up, dan koefisien transfer massa CO? (kLa dan kL). Metode
penelitian melibatkan pembentukan CO? secara in-situ dan proses desorpsi
menggunakan nitrogen sebagai gas flushing. Simulasi CFD dilakukan
menggunakan perangkat lunak COMSOL Multiphysics dengan pendekatan bubbly
flow untuk merepresentasikan interaksi fase gas–cair. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan laju alir gas secara signifikan meningkatkan
ukuran gelembung, kecepatan naik, dan gas hold-up, serta mendorong pergeseran
rezim aliran dari homogen menuju transisi seiring meningkatnya kecepatan
superfisial gas. Pada laju alir rendah (1 L/menit), peningkatan tinggi kolom cairan
(H 90 cm) menghasilkan total recovery CO? tertinggi, mencapai 84%, akibat waktu
tinggal gelembung yang lebih lama. Namun, pada laju alir tinggi, fenomena
koalesensi gelembung membatasi efisiensi transfer massa. Simulasi CFD
menunjukkan kesesuaian dengan hasil eksperimen dan berhasil memvalidasi
distribusi kecepatan fase cair dengan nilai maksimum sekitar 0,15–0,16 m/s di pusat
kolom. Kajian ini memberikan dasar penting bagi perancangan dan optimasi
operasional reaktor fasa gas–cair untuk pengolahan limbah cair secara anaerob.
Perpustakaan Digital ITB