Sesar Baribis terletak di area Majalengka, Subang, dan Kuningan. Sesar ini ditemukan oleh van Bemelen pada tahun 1949 kemudian disebut Baribis, karena terletak di daerah perbukitan Baribis, tepatnya di Barat Daya dari Majalengka dan Barat dari Gunung Ciremai. Karakteristik Sesar Baribis ialah sesar naik dan dikategorikan sebagai sesar aktif karena dalam beberapa kali ada gempa skala kecil. Karena sesar ini terletak di sekitar beberapa pemukiman padat, seperti Kuningan, Cilimus, Majalengka, Jatiwangi dan Subang, maka untuk memantau aktivitas sesar, karena gempa skala besar belum lagi terjadi, maka mengamati sesar ini harus terus-menerus dilakukan.
Penelitian ini mencoba untuk mendapatkan koordinat yang presisi dari titik pengamatan GPS di sekitar Sesar Baribis, analisis dari perpindahan dan kecepatan diperuntukkan untuk menghitung regangan di Sesar Baribis dengan menggunakan data pengamatan GPS pada tahun 2007 hingga 2014. Data GPS dari pengamatan diambil, kemudian diolah menggunakan GAMIT 10.5 untuk mendapatkan koordinat geosentrik dan standar deviasi-nya. Koordinat geosentrik kemudian diubah ke koordinat toposentrik untuk dapat menentukkan kecepatan pergerakan di sekitar Sesar Baribis. Nilai kecepatan diplot sebagai vektor dan dari kecepatan tersebut dapat ditentukan pola regangan sekitar Sesar Baribis. Dari hasil, beberapa data observasi GPS berkala tidak memenuhi syarat karena memiliki nilai standar deviasi yang tinggi. Hampir semua pengamatan GPS menunjukkan masing-masing vector kecepatan bergerak mengarah ke utara. Dan regangan yang terjadi di Sesar Baribis umumnya mengalami pemendekkan.
Perpustakaan Digital ITB