Kota Kupang merupakan salah satu wilayah pesisir di Nusa Tenggara Timur
dengan risiko bencana banjir yang sangat tinggi akibat letak geografisnya yang
rentan terhadap ancaman siklon tropis, pengaruh pasang surut, serta curah hujan
ekstrem. Fenomena historis Siklon Tropis Seroja pada tahun 2021 menjadi bukti
nyata kerentanan kawasan ini. Salah satu kawasan kritis yang menghadapi
tantangan ini adalah koridor pesisir Pantai Batu Kepala, Pantai Pasir Panjang,
hingga Pantai Kelapa Lima yang berinteraksi langsung dengan muara sistem
drainase makro kota.
Lingkup penelitian mencakup pemodelan hidrodinamika terintegrasi
menggunakan dua perangkat lunak utama: Delft3D (Delft Dashboard dan
Delft3D-Flow FM) untuk mensimulasikan gaya pembangkit atmosferik,
pembuatan spiderweb files lintasan siklon, dan dinamika pantai, serta HECRAS
untuk mengevaluasi perambatan luapan banjir (flood inundation) lateral
di daratan perkotaan. Analisis dilakukan dengan mensimulasikan interaksi
antara debit banjir hulu (skenario hujan ekstrem Q25) dengan kondisi batas hilir
(downstream boundary) yang bervariasi, meliputi skenario pasang surut murni
(tidal), skenario historis Siklon Seroja, hingga skenario proyeksi perubahan
iklim masa depan memanfaatkan multi-dataset STORM (ECEARTH, CNRM,
HADGEM, dan CMCC).
Perpustakaan Digital ITB