digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Erin Dania Putri
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan permasalahan lingkungan berulang di Indonesia yang berpotensi meningkat akibat perubahan iklim. Fire Weather Index (FWI) digunakan untuk menggambarkan kondisi cuaca yang mendukung kebakaran, namun perubahan setiap komponennya masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan frekuensi Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Duff Moisture Code (DMC), Drought Code (DC), Initial Spread Index (ISI), dan Build Up Index (BUI) pada periode historis (1985 2014), near future (2030–2059), dan far future (2070–2099) berdasarkan skenario SSP2-4.5 dan SSP5-8.5 di Indonesia. Penelitian menggunakan data ERA5-Land, NEX-GDDP-CMIP6 dari 13 model, dan hotspot NASA FIRMS. Komponen FWI diklasifikasikan ke dalam lima kelas melalui standardisasi distribusi dan ambang z-score tetap. Perubahan frekuensi dianalisis menggunakan metode delta frekuensi dan konsensus antar-model untuk mengidentifikasi konsistensi serta pola spasial perubahan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan frekuensi hari pada berbagai kelas selama periode 30 tahun. Peningkatan BUI mencapai 6,34% pada kelas sangat tinggi dalam skenario SSP5-8.5 far future, sedangkan FWI dan ISI masing-masing mencapai 6,31% dan 4,41% pada kelas moderat. DC memiliki peningkatan sebesar 5,99% pada kelas rendah, 4,83% pada kelas tinggi, dan 5,99% pada kelas sangat tinggi. Sementara itu, DC paling sering menunjukkan perubahan frekuensi terbesar antar komponen, meskipun tidak selalu tertinggi pada setiap kelas dan periode. Dominasi DC mengindikasikan meningkatnya frekuensi kekeringan pada lapisan bahan organik dalam, yang dapat terakumulasi selama periode kering jangka panjang sehingga berpotensi meningkatkan kekeringan bahan bakar dan kerentanan terhadap kebakaran di masa mendatang. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan informasi spesifik mengenai perubahan kondisi kekeringan dan bahaya kebakaran berdasarkan masing-masing komponen FWI sebagai dasar pemantauan untuk mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada masa depan.