digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Metode Enhanced Oil Recovery digunakan untuk meningkatkan produksi minyak, terutama minyak berat. Surfaktan sebagai salah satu teknik injeksi kimia bisa menurunkan tegangan antar muka antar minyak-air. Selain itu, surfaktan bisa memobilisasi saturasi minyak tersisa. Salah satu faktor yang mempengaruhi aliran fluida dalam reservoir adalah viskositas fluida. Paper ini membahas tentang pengaruh konsentrasi surfaktan, perbandingan volume surfaktan dengan minyak berat, dan temperatur terhadap viskositas minyak berat. Hasil dari studi ini dapat digunakan untuk memprediksi penurunan viskositas dari minyak berat. Minyak yang digunakan dalam studi kali ini merupakan minyak hasil sintesis dengan mencampurkan minyak dari lapangan X, aromatik dan aspal. Komposisi dari masing-masing bahan tersebut didapatkan dengan berbagai percobaan. Untuk studi kali ini komposisi minyak dari lapangan X, aromatik dan aspal yang digunakan secara berturut-turut 20%, 10% dan 70%. Secara teori, penambahan konsentrasi surfaktan akan membuat viskositas minyak semakin rendah. Parameter ini juga berbanding lurus dengan peningkatan volume surfaktan pada campuran minyak berat dengan surfaktan. Dari hasil studi dapat diketahui bahwa surfaktan memiliki konsentrasi optimum yang bila ditambahkan lagi tidak terlalu signifikan penurunan viskositasnya. Konsentrasi surfaktan 2% merupakan konsentrasi optimum pada berbagai perbandingan volum minyak berat dengan surfaktan dan temperature pengujian. Surfaktan menunjukkan perfoma terbaik pada temperature 70°C ditunjukkan dengan penurunan viskositas terbesar dibandingkan dengan temperature pengujian lainnya.