digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan kendaraan listrik yang pesat telah meningkatkan permintaan akan peralatan catu daya kendaraan listrik (electric vehicle supply equipment / EVSE) yang andal dan aman, khususnya di wilayah tropis tempat suhu dan kelembapan tinggi dapat mempercepat degradasi insulasi. Resistansi insulasi merupakan salah satu parameter keselamatan yang sangat krusial pada EVSE karena penurunan resistansi insulasi yang signifikan dapat meningkatkan arus bocor, arus sentuh, dan risiko sengatan listrik. Tesis ini mengkaji degradasi resistansi insulasi EVSE akibat paparan suhu dan kelembapan tinggi yang dipercepat, kemudian mengestimasi umur pakainya sampai mencapai batas minimum resistansi insulasi menurut standar. Lima sampel EVSE diuji pada dua titik pengukuran, yaitu terminal input dan terminal output. Kondisi awal diukur pada suhu 25°C dan kelembapan relatif 50%, kemudian dilanjutkan dengan paparan lingkungan ekstrem pada suhu 85°C dan kelembapan relatif 95% selama 5 hari, 11 hari, dan 39 hari, dengan pengukuran dilakukan pada hari ke-6, ke-12, dan ke-40. Perilaku degradasi dianalisis menggunakan model degradasi eksponensial, dan konstanta degradasi, ????, dihitung untuk setiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistansi insulasi mengalami penurunan secara signifikan pada semua sampel EVSE. Temuan ini mengonfirmasi bahwa suhu dan kelembapan tinggi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja insulasi serta dapat mengurangi keandalan dan batas aman keselamatan listrik pada EVSE. Hasil penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan lebih lanjut terkait uji kualifikasi lingkungan, pemantauan insulasi secara real-time, dan evaluasi keselamatan EVSE yang diterapkan di iklim tropis. Faktor percepatan kondisi pengujian terhadap kondisi operasi iklim tropis dihitung menggunakan model Hallberg–Peck dan diperoleh sebesar 184,6 pada kondisi acuan 30 °C dan 80% RH, sehingga paparan uji selama 39 hari setara dengan sekitar 19,7 tahun operasi. Ekstrapolasi lintasan degradasi menunjukkan bahwa titik pengukuran paling kritis mencapai ambang minimum resistansi insulasi 7 M? pada waktu operasi ekuivalen sekitar 19,7 sampai 22,2 tahun pada kondisi acuan, dan memendek menjadi sekitar 5,9 sampai 6,7 tahun pada skenario operasi bersuhu lebih tinggi. Hasil ini memberikan dasar kuantitatif bagi penetapan interval inspeksi, kriteria penggantian, dan evaluasi keselamatan EVSE yang diterapkan di iklim tropis.