digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Biaya operasi pemboran dan komplesi merupakan komponen biaya tertinggi dibandingkan dengan kegiatan operasional lainnya. Terdapat sekitar 70% dari belanja modal dialokasikan untuk kegiatan tersebut. Kondisi ini mendorong operator minyak dan gas untuk melakukan inovasi guna menekan biaya tersebut, salah satu inovasi tersebut adalah melalui upaya mengurangi waktu tidak produktif dalam suatu operasi. Salah satu waktu tidak produktif dalam suatu operasi adalah waktu penggunaan rig. Komplesi monobore merupakan desain penyelesaian sumur yang menggunakan internal diameter tubing yang sama dari bawah permukaan hingga permukaan. Desain yang lebih sederhana menjadikan metode ini lebih mudah untuk melakukan intervensi sumur dan stimulasi tanpa memerlukan rig pengeboran sehingga berdampak lansung pada pengurangan biaya operasional hingga 25 – 40%. Konsep komplesi monobore telah diterapkan secara luas pada operator migas baik pada lingkungan lepas pantai maupun darat, akan tetapi hingga saat ini penerapan monobore lebih diaplikasikan pada sumur baru atau operator melakukan pergeseran strategi dari yang sebelumnya menggunakan komplesi konvensional menjadi monobore. Oleh sebab itu, pada studi ini akan melakukan penelitian terhadap penerapan komplesi monobore pada sumur eksisting, mulai dari integritas sumur yang meliputi aspek beban burst, collapse, aksial, dan triaksial. Selain itu, analisis nodal dan keekonomian sumur juga akan dikaji. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pemodelan mampu memenuhi faktor keamanan minimum untuk semua skenario beban tertentu. Dan dari segi keekonomian, total biaya yang dibutuhkan pada jenis komplesi monobore terbukti lebih rendah dibandingkan dengan desain komplesi konvensional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan pada operator minyak dan gas dalam menerapkan strategi penyelesaian sumur, khususnya untuk memaksimalkan produksi dengan mempertimbangkan biaya operasional.