digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 - Abdul Kholik
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Abdul Kholik
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Abdul Kholik
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Abdul Kholik
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Abdul Kholik
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Abdul Kholik
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Logam tanah jarang (rare earth elements/REE), seperti itrium (III) dan serium (III), berpotensi dipulihkan dari larutan asam, termasuk air asam tambang (AAT). Penelitian ini membandingkan kinerja geopolimer fly ash (GFA) dan karbon aktif tempurung kelapa (ACCS) dalam menjerap Y³? dan Ce³? dari larutan asam (pH ±4) melalui sistem adsorpsi batch. Kedua adsorben dikarakterisasi (SEM, FTIR, BET, XRD, potensial zeta, dan total karbon–sulfur) serta dievaluasi melalui uji screening, dosis, isoterm, dan kinetika. GFA jauh lebih unggul, mencapai efisiensi 100% terhadap Y³? dalam 2 jam dan Ce³? dalam 6 jam, sedangkan ACCS pada dosis dan waktu maksimum (0,5 g; 72 jam) hanya mencapai 88,88% (Y³?) dan 65,82% (Ce³?). Adsorpsi Y³? dan Ce³? oleh GFA mengikuti kinetika pseudo-second order (R² = 0,991 dan 0,968), mengindikasikan mekanisme kemisorpsi melalui pertukaran ion, sementara hasil isoterm Freundlich menunjukkan kecocokan sedang untuk Ce³? (R² = 0,626; n = 0,263) dan belum dapat disimpulkan untuk Y³? akibat keterbatasan titik data pada rentang konsentrasi yang diuji. Adapun ACCS lebih sesuai dengan model Freundlich, dengan hasil unfavorable untuk Y³? (n = 0,847) dan favorable untuk Ce³? (n = 1,620), meskipun kapasitas adsorpsinya tetap rendah akibat kompetisi ion H? pada kondisi asam. Perbedaan kinerja ini dipengaruhi oleh ukuran pori, gugus fungsi permukaan, dan protonasi hidroksil yang membatasi ketersediaan situs aktif pada ACCS. GFA terbukti sebagai adsorben berbasis limbah yang lebih potensial untuk pemulihan REE dari larutan asam dan berpeluang diaplikasikan pada pengolahan AAT.