digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Rizqi Radityatama
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Keterbukaan antarmuka pada arsitektur Open Radio Access Network (O-RAN) turut memperluas permukaan serangan terhadap jaringan 5G, khususnya pada antarmuka E2 yang menghubungkan Near-Real-Time RAN Intelligent Controller (Near-RT RIC) dengan elemen radio. Kerentanan ini memungkinkan serangan Denial of Service (DoS) seperti banjir data uplink dan downlink, burst, serta serangan Low-rate Denial of Service (LDoS) jenis Reduction of Quality (RoQ), menguras sumber daya radio tanpa mekanisme deteksi dan tanggapan otomatis yang memadai. Penelitian ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi security-related xApp berbasis C-native yang diintegrasikan ke platform Near-RT RIC FlexRIC pada testbed 5G Standalone (5G-SA) fisik di Institut Teknologi Bandung. Sistem menggabungkan mesin deteksi hibrida paralel, yaitu penapisan aturan statis (rule-based) dan model LSTMAutoencoder satu arah (unidirectional) yang mempelajari 19 fitur temporal per-UE dari telemetri E2SM-KPM, dengan mekanisme mitigasi aktif lingkaran tertutup (closed-loop) berupa pembatasan alokasi Physical Resource Block (PRB Throttling) melalui antarmuka E2SM-RC terhadap RNTI penyerang. Pengujian dilakukan menggunakan dua perangkat pengguna (UE) fisik pada jaringan 5G-SA berbasis srsRAN dan USRP B210. Detektor hibrida (Rule ? LSTM) mencapai Recall 98,43%, F1-Score 96,22%, ???????????????????????????????????????????????????? hybrid 4,97%, dan ???????????????????????????????????????? 2,41% pada threshold yang dipilih sebesar 0,015817. Waktu inferensi model rata-rata 0,069 ms per window, sedangkan latensi internal xApp rata-rata 0,192 ms. Pada satu pengujian mitigasi, respons kontrol dari onset serangan hingga perintah ‘THROTTLE’ adalah 4,828 detik dan efek throughput muncul dalam 5,997 detik, atau sekitar 6,00 detik. Rata-rata throughput penyerang turun 97,16% pada fase throttle. Model LSTM-Only mencapai Recall RoQ 98,26%, sedangkan konfigurasi hybrid mencapai 98,79%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi deteksi hibrida dan mitigasi kontrol native O-RAN dapat diuji pada testbed 5G-SA fisik.