digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2007 TS PP STELLA NOVIANTY WIBAWA 1-COVER.pdf


2007 TS PP STELLA NOVIANTY WIBAWA 1-BAB 1.pdf

2007 TS PP STELLA NOVIANTY WIBAWA 1-BAB 2.pdf

2007 TS PP STELLA NOVIANTY WIBAWA 1-BAB 3.pdf

2007 TS PP STELLA NOVIANTY WIBAWA 1-BAB 4.pdf

2007 TS PP STELLA NOVIANTY WIBAWA 1-PUSTAKA.pdf

Sebagai distributor produk makanan ringan (snack) yang menjadi masalah utama PT. XYZ Bandung adalah: “Bagaimana cara meningkatkan penjualan dan memperlancar jalur distribusi dengan biaya yang seefisien mungkin sehingga perusahaan bisa memperoleh keuntungan yang optimal”. Di PT. XYZ Bandung telah dilakukan penelitian-penelitian mengenai strategi pemasaran, strategi promosi, dan citra produk (brand image) untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan dalam meningkatkan penjualan dan memperlancar distribusinya. Di samping penelitian yang sudah dilakukan di atas, untuk tujuan jangka panjangnya PT. XYZ Bandung juga ingin meneliti bagaimana budaya karyawan yang ada di perusahaannya. Budaya tersebut antara lain bagaimana dukungan perusahaan terhadap karyawan untuk pengembangan ide–ide baru, fleksibilitas terhadap keinginan pasar, dan keberanian mengambil resiko untuk mencoba sesuatu yang baru sehingga dapat menjadi perusahaan yang inovatif dalam mengembangkan produk-produk makanan ringannya dan kreatif dalam mengembangkan cara-cara distribusinya. Dengan demikian, PT. XYZ diharapkan dapat menjadi perusahaan yang kompetitif di tengah persaingan ketat industri makanan ringan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui dimensi-dimensi yang berkaitan dengan Corporate Entrepreneurship (CE) yang telah dilakukan di PT. XYZ Bandung. Instrumen yang digunakan untuk mengukur dimensi ini adalah kuisioner yang diberi nama Entrepreneurial Orientation Survey (EOS). Sedangkan untuk menilai karakter kepemimpinan entrepreneurial digunakan instrumen yang diberi nama Entrepreneurial Leadership Questionnaire (ELQ). Kedua instrumen ini dikembangkan oleh Thornberry (2006). Data dikumpulkan dari 46 responden yang mewakili semua elemen yang ada di PT. XYZ Bandung. Hasil survei EOS menunjukkan bahwa dimensi CE dengan nilai tertinggi di PT. XYZ Bandung adalah dimensi intelijen pasar, yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu berhubungan dan membaca tren yang ada di pasar dengan baik. Sedangkan hasil survei EOS dengan nilai terendah di PT. XYZ Bandung adalah orientasi individu. Dimensi ini secara umum menggambarkan kurangnya karakteristik entrepreneurship para karyawan di dalam perusahaan. Dimensi lain yang masih memiliki nilai rendah adalah dalam hal pengambilan risiko, fleksibilitas, dimensi umum dan rencana strategis. Analisa terhadap hasil survei ELQ menunjukkan bahwa pemimpin di PT. XYZ Bandung didominasi oleh orang-orang yang bertipe miner dan explorer, sedangkan terdapat kesenjangan yang cukup besar pada pemimpin tipe integrator. Langkah implementasi yang dilakukan antara lain dengan menciptakan entrepreneurial vision, pembentukan new-venture team, dan sistem kompensasi yang efektif untuk menunjang inovasi. Hal ini diharapkan bisa menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi pelaksanaan CE oleh semua elemen yang ada di PT. XYZ Bandung.