COVER Valentino Jonathan Adiyassa
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Valentino Jonathan Adiyassa
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Valentino Jonathan Adiyassa
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Valentino Jonathan Adiyassa
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Valentino Jonathan Adiyassa
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Valentino Jonathan Adiyassa
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Valentino Jonathan Adiyassa
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  TINI SUPARTINI
» Gedung UPT Perpustakaan
Indonesia sebagai negara agraris menghasilkan limbah pertanian sebanyak 73 juta
ton/tahun dan sebanyak 20,2% diantaranya merupakan biji karet. Kernel biji karet
memiliki kadar protein yang tinggi yang dapat ditingkatkan melalui proses
fermentasi dengan bantuan Aspergillus sojae. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan pengaruh perlakuan fermentasi terhadap kadar protein kasar,
perolehan ekstrak protein kernel biji karet, komposisi asam amino, dan
bioaktivitas hidrolisat dari kernel biji karet. Fermentasi substrat padat dilakukan
pada variasi waktu 24, 48, 72, 96, 120, 144, dan 168 jam, dengan pertumbuhan
Aspergillus sojae sebesar 0,004/jam. Kandungan protein kasar tertinggi terdapat
pada hari ke-5 sebesar 48,08% dengan nilai protein recovery tertinggi sebesar
42,55% pada hari ke-5. Hidrolisis protein dilakukan dengan enzim bromelain
dengan nilai derajat hidrolisis = sebesar 81,46%. Komposisi asam amino tertinggi
penyusun kernel biji karet adalah arginin (12,18%), asam aspartat (9,38%), dan
asam glutamat (13,66%). Proses fermentasi mampu menurunkan berat molekul
ekstrak dari 21-65 kDa menjadi 15-43 kDa serta molekul hidrolisat dari 38-46
kDa menjadi 21-35,3 kDa. Aktivitas antioksidan tertinggi ada pada hari ke-5
fermentasi dengan nilai IC50 sebesar 452,6 ppm. Nilai IC50 aktivitas antiinflmasi
juga ditemukan paling rendah pada hari ke-5 fermentasi yaitu 226,63 ppm.
Sementara itu aktivitas antioksidan tertinggi untuk bakteri E. coli dan S. aureus
ditemukan pada hari ke-5 dengan zona inhibisi berturut-turut sebesar 0,73 cm dan
0,64 cm. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa proses fermentasi berpengaruh
secara signifikan terhadap konsentrasi protein serta bioaktivitas yang dihasilkan.