digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Tubagus Zakie Faqihuddin
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Investasi pada pembangunan jalan seperti jalan tol dianggap sebagai katalisator konektivitas wilayah. Di sisi lain, terdapat eksternalitas negatif maupun positif yang dirasakan pada wilayah tempat infrastruktur tersebut dibangun. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya pengaruh dari persepsi aksesibilitas dan gangguan jalan raya yang dirasakan permukiman akibat hadirnya infrastruktur jalan baru yakni Jalan Tol Serang-Panimbang. Penelitian ini mempelajari sejauh dampak pertukaran yang dirasakan antara peningkatan aksesibilitas dan adanya gangguan pada aktivitas jalan tol pada kepuasan bertempat tinggal dan adanya keinginan untuk berpindah tempat tinggal. Metode Structural Equation Modeling – Partial Least Square (SEM-PLS) digunakan untuk menguji kerangka pengaruh pembentuk kepuasan bermukim. Analisis dilakukan berdasarkan pada survei yang dikumpulkan melalui 603 responden dengan tempat tinggal pada radius 1000 m dari ruas Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 yang meliputi 3 kabupaten/kota yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak. Konstruk yang dibangun meliputi komponen dari persepsi terhadap gangguan jalan raya, persepsi terhadap aksesibilitas, persepsi dan karakteristik hunian, serta karakteristik sosioekonomi. Hasil penelitian menunjukkan persepsi terhadap gangguan jalan raya (seperti persepsi terhadap kebisingan, polusi udara, dan adanya pembatasan interaksi), karakteristik hunian, dan karakteristik sosioekonomi tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan bermukim. Namun, peningkatan persepsi aksesibilitas (seperti persepsi terhadap atribut destinasi, distribusi aktivitas, hambatan perjalanan, dan ketersediaan transportasi) serta persepsi terhadap hunian justru menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan bermukim. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepuasan bermukim yang dirasakan tetap meningkatkan adanya keinginan untuk berpindah tempat tingg