Coal bed methane (CBM) saat ini merupakan salah satu penghasil gas inkonvensional yang
diprediksi akan menjadi ujung tombak didalam industri migas di Indonesia. Studi ini
dilakukan untuk mengetahui persebaran CBM yang terdapat pada Blok Dolpino Pada
Cekungan Sumatra Selatan yang telah diketahui memiliki kandungan batubara pada Formasi
Muaraenim.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan atribut densitas yang dihasilkan dari hasil training
multiatribut yang penyebarannya dibatasi oleh model facies. Lingkungan pengendapan
batubara pada formasi Muaraenim secara umum adalah lingkungan payau dengan arah
pengendapan relatif barat laut – tenggara. Penentuan Cut off densitas diperoleh dari crossplot
antara sinar gamma dan densitas dari data sumur Dolpino-01 dan Dolpino-05 dengan nilai cut
off densitas berselang antara 1.2 gr/cc - 1.65 gr/cc dan dengan nilai sinar gamma kurang atau
sama dengan 50 API. .
Berdasarkan hasil penyebaran atribut densitas dari data seismik dengan cut off densitas
1.65gr/cc terlihat sebaran batubara terlihat acak dengan luas mencapai 50km persegi, dan
berdasarkan hasil pembuatan model fasies maka persebaran batubara menjadi lebih terbatas
dan terlihat menyebar lebih banyak di zona 3 dan zona 4 sehingga dalam studi ini pada zona
tersebutlah yang menjadi zona target CBM