digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Tania Suara Ning Tyas.pdf
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER TANIA SUARA NING TYAS
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB1 TANIA SUARA NING TYAS
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB2 TANIA SUARA NING TYAS
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB3 TANIA SUARA NING TYAS
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB4 TANIA SUARA NING TYAS
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB5 TANIA SUARA NING TYAS
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA TANIA SUARA NING TYAS
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Cekungan Kutai di Kalimantan Timur adalah salah satu cekungan terluas dan terdalam di Indonesia yang memiliki potensi hidrokarbon. Reservoir di Cekungan Kutai berada pada formasi Balikpapan dan Kampung Baru yang berumur Miosen dan terdiri dari lapisan-lapisan tipis sehingga sulit teridentifikasi. Oleh karena itu, metode interpretasi konvensional sulit digunakan sehingga menyebabkan ketidakpastian dalam karakterisasi reservoir yang dapat meningkatkan risiko eksplorasi dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran sand reservoir dan persebaran net pay pada sekuen batupasir 920 – 990 di Lapangan Sekeloa, Cekungan Kutai. Dalam upaya mencapai tujuan ini, metode inversi stokastik digunakan sebagai pendekatan yang lebih efektif karena mampu mengatasi tantangan interpretasi lapisan tipis dengan lebih baik dibandingkan metode inversi lainnya. Metode inversi stokastik adalah suatu teknik inversi seismik yang menggunakan pendekatan probabilistik dan simulasi acak untuk memodelkan ketidakpastian dalam data seismik. Berdasarkan analisis data log, litologi sand dan shale dapat dipisahkan oleh parameter elastis P-Impedance. Sedangkan net pay dan wet sand / shale dapat dipisahkan oleh parameter elastis P-Impedance dan Vp/Vs. Kemudian peta persebaran sand reservoir dan net pay dibuat dari slicing hasil inversi stokastik dan atribut RMS Amplitude yang digunakan sebagai validasi. Pada peta RMS Amplitude target batupasir 920 terdapat anomali amplitude tinggi yang diindikasi sebagai channel di bagian timur Lapangan Sekeloa, dimana pola tersebut terlihat juga pada peta P-Impedance dan Vp/Vs dengan nilai rendah. Selain itu, peta RMS Amplitude pada target batupasir 930, 960, dan 990 memiliki anomali amplitude tinggi yang diindikasi sebagai slope fan dan channel di bagian timur Lapangan Sekeloa, dimana pola tersebut terlihat juga pada peta P-Impedance dan Vp/Vs dengan nilai rendah. Pada peta P-Impedance dan Vp/Vs hasil inversi stokastik menunjukkan adanya pola batupasir yang lebih detail dan tidak ada pada peta RMS Amplitude. Hal tersebut dikarenakan inversi stokastik tidak dipengaruhi oleh bandlimited dari data seismik seperti hasil RMS Amplitude.