digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Raphael Persiano Hanuari
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB1 RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB2 RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB3 RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB4 RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB5 RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB6 RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB7 RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA RAPHAEL PERSIANO HANUARI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Bangunan Community and Creative Center Bintaro merupakan bangunan dilatasi yang terdiri dari 4 bangunan. Bangunan ini dirancang dalam ruang lingkup geoteknik dan struktur. Lingkup geoteknik meliputi aspek tanah, dinding penahan tanah (soil nailing), penurunan muka tanah (dewatering), pondasi bore pile, dan pondasi spun pile. Pondasi bore pile melibatkan pemboran vertikal ke dalam tanah untuk memasukkan tiang beton bertulang, sementara spun pile melibatkan proses pemancangan tiang prategang ke dalam tanah. Tujuan utama dari kedua metode ini adalah untuk menyediakan fondasi yang kokoh dan stabil bagi struktur bangunan. Lingkup struktur meliputi aspek struktur bawah, yakni pile cap dan tie beam; serta struktur atas, yakni kolom, balok, dan pelat. Struktur didesain agar dapat mengakomodir beban gravitasi dan beban lateral, salah satunya akibat aktivitas seismik. Metode analisis seismik bangunan ini adalah LTHA (Linear Time History Analysis) yang memungkinkan perancang untuk memahami respons dinamis bangunan terhadap gempa berdasarkan rekaman seismik aktual. Selanjutnya, perancangan struktur dilakukan dengan Building Information Modelling (BIM), yaitu ETABS untuk perancangan pembebanan, material, desain, dan komponen struktur; dan CSI Details untuk detailing dan pemodelan bangunan. Pelaksanaan konstruksi juga dilengkapi berbagai upaya pengendalian mutu dan perencanaan keselamatan konstruksi (RKK). Evaluasi risiko harus dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Langkah-langkah keselamatan yang tepat, seperti penggunaan peralatan pelindung pribadi, pengawasan yang ketat, dan pelatihan khusus, harus diterapkan guna memastikan lingkungan kerja yang aman. Dalam proyek ini, hasil perancangan biaya dan waktu konstruksi menjadi faktor kunci keberhasilan yang melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap biaya bahan, tenaga kerja, dan peralatan yang terlibat.