digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pandemi Covid-19 telah sangat mengganggu industri F&B, menyebabkan penutupan yang meluas, berkurangnya permintaan konsumen, dan gangguan rantai pasok. Akibatnya, banyak perusahaan di sektor ini mengalami penurunan pendapatan dan kendala arus kas, yang berdampak langsung pada kemampuan mereka untuk mempertahankan struktur modal yang ada. Di sisi lain, perang Rusia, dengan ketegangan geopolitik dan implikasi ekonominya, semakin menambah tantangan yang dihadapi oleh perusahaan F&B. Bisnis yang beroperasi di wilayah yang terkena dampak konflik menghadapi hambatan tambahan, seperti gangguan rantai pasokan, kenaikan harga barang impor, dan ketidakstabilan politik dan ekonomi, yang semuanya berdampak pada struktur modal mereka. Menanggapi keadaan yang merugikan ini, perusahaan F&B harus mengadopsi berbagai strategi untuk mengatasi krisis dan mengoptimalkan struktur modal mereka.. Struktur modal mengacu pada campuran berbagai sumber dana, termasuk ekuitas dan hutang, yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasi dan investasinya. Ini mewakili keputusan pembiayaan jangka panjang suatu perusahaan dan mencerminkan caranya mengumpulkan modal untuk mendukung kegiatan bisnisnya. Tujuan dari struktur modal adalah untuk menemukan nilai maksimum perusahaan dan meminimalkan biaya modal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menentukan struktur modal optimal PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan memberikan rekomendasi estimasi struktur modal optimal tahun 2023. Metode penelitian untuk menentukan struktur modal optimal adalah dengan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. dengan rasio analisis likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Kemudian dilakukan penilaian perusahaan dengan menggunakan pendekatan weighted average cost of capital (WACC). Setelah itu dilakukan iterasi perhitungan dengan memodifikasi tingkat hutang dan mencari WACC minimum dan memaksimalkan nilai perusahaan. Setelah itu dibuat proyeksi untuk satu tahun anggaran dan dicari komposisi struktur modal yang optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal optimal dari tahun 2018 hingga 2022 berturut-turut adalah 60%, 65%, 30%, 20%, 40%