digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini menyajikan pendekatan dinamika sistem untuk mengembangkan dan mengevaluasi model manajemen air berkelanjutan dalam operasi penambangan bawah tanah. Studi ini berfokus pada mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi ketersediaan, kualitas, dan penggunaan air dalam penambangan bawah tanah, termasuk rembesan air tanah, aliran sumur penirisan, upaya daur ulang air, dan kebutuhan air masyarakat. Model yang dikembangkan menggunakan kerangka kerja sistem dinamik untuk mensimulasikan interaksi kompleks dan umpan balik dalam sistem manajemen air. Melalui simulasi skenario, model ini memungkinkan evaluasi berbagai strategi manajemen air dan identifikasi pendekatan yang efektif. Studi kasus dilakukan pada operasi penambangan bawah tanah untuk menerapkan dan menguji model dalam berbagai konteks operasional. Skenario yang diteliti meliputi kondisi dasar, optimasi proses, dan manajemen air berkelanjutan. Indikator kinerja utama seperti ketersediaan air tambang, pembuangan air limbah, dan dampak lingkungan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas setiap skenario. Temuan penelitian menekankan pentingnya memanfaatkan air rembesan yang sudah ada melalui infrastruktur yang tepat, seperti bendungan dan sistem pipa, untuk meningkatkan pasokan dan ketersediaan air. Penambahan fasilitas pengolahan air dan sistem pompa dapat mengoptimalkan upaya daur ulang air dan meminimalkan dampak lingkungan. Penelitian ini memberikan kerangka kerja yang berharga bagi pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang berdasarkan informasi yang tepat mengenai manajemen air berkelanjutan dalam operasi penambangan bawah tanah. Dengan mempertimbangkan kompleksitas sistem manajemen air dan faktorfaktor yang mempengaruhinya, para pengambil keputusan dapat mengoptimalkan praktik manajemen air untuk operasi penambangan bawah tanah yang berkelanjutan.