digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 1 Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 2 Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 3 Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 4 Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 5 Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

PUSTAKA Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

LAMPIRAN Muhammad Rizki
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Cirebon merupakan PKN yang didorong perkembangannya melalui proyek strategis berupa pembangunan berbagai infrastruktur. Laju pertumbuhan penduduk yang kian meningkat disertai dengan tingginya kebutuhan akan lahan terbangun. Kedua hal tersebut berimplikasi pada dinamisnya pemanfaatan ruang di Kawasan Perkotaan Cirebon sebagai bagian dari PKN Cirebon. Di sisi lain, rencana tata ruang merupakan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang yang berfungsi untuk menjamin kualitas lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika perubahan tutupan lahan serta kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang di Kawasan Perkotaan Cirebon. Data tutupan lahan tahun 2014, 2018, dan 2022 diperoleh dari pengolahan citra Landsat 8. Faktor-faktor yang mendorong perubahan tutupan lahan diidentifikasi menggunakan regresi logistik biner. Data tutupan lahan dan faktor pendorong kemudian dijadikan sebagai masukan dalam pemodelan tutupan lahan menggunakan MOLUSCE pada QGIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan di Kawasan Perkotaan Cirebon didominasi oleh tutupan vegetasi dan lahan pertanian yang terkonversi menjadi lahan terbangun. Perubahan tutupan lahan tersebut didorong oleh faktor jarak terhadap jalan arteri, jarak terhadap pusat kota, serta suhu permukaan. Pemodelan dengan LR-CA-Markov yang memiliki akurasi sebesar 66,66% digunakan untuk memprediksi tutupan lahan tahun 2038. Perbandingan antara tutupan lahan tahun 2038 dengan rencana pola ruang di Kawasan Perkotaan Cirebon menghasilkan persentase kesesuaian sebesar 57,72% yang menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang di Kawasan Perkotaan Cirebon belum sepenuhnya sesuai dengan rencana tata ruang. Hasil pemodelan tutupan lahan dengan Cellular Automata ini dapat digunakan sebagai masukan dalam perencanaan tata ruang, khususnya untuk mengantisipasi potensi penyimpangan ruang di Kawasan Perkotaan Cirebon.