digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 1 Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 2 Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 3 Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 4 Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

BAB 5 Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

PUSTAKA Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

LAMPIRAN Iqbal Baehaqi
PUBLIC Alice Diniarti

nyaman sehingga berpengaruh negatif terhadap respon kesehatan manusia berupa meningkatnya stress dan penyakit. Salah satu cara untuk mengurangi dampak tersebut adalah berhubungan dengan alam, terutama hutan untuk kesehatan (healing forest). Healing forest merupakan site/spot hutan yang memiliki jasa ekosistem healing services berupa lingkungan fisik alami yang nyaman untuk manusia dan berdampak positif bagi kesehatan. Kawasan Hutan Puncak Bintang (KHPB) berpotensi untuk dijadikan healing forest, namun tidak semua area dari KHPB memiliki karakteristik fisik yang baik untuk respon kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menentukan kesesuaian jalur KHPB yang memiliki karakteristik fisik dengan kategori baik untuk respon kesehatan, 2) mengetahui perubahan respon kesehatan setelah beraktivitas pada jalur KHPB, 3) menentukan korelasi karakteristik fisik KHPB dengan respon kesehatan, serta 4) menentukan rekomendasi dan desain spot/jalur wisata healing forest Puncak Bintang. Data karakteristik fisik (suhu udara, kelembaban udara, kebisingan, intensitas cahaya, kelerengan, keindahan lanskap, dan kerapatan tajuk) pada tiga jalur KHPB diambil dengan pengukuran di lapangan serta foto udara drone, kemudian dibandingkan dengan nilai karakteristik fisik ideal menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 7 Tahun 2019. Respon kesehatan (tekanan darah, denyut nadi, kadar oksigen darah, kadar gula darah, physical stress, mental stress, dan stress score) diukur setelah 32 responden melewati setiap jalur. Data dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), Green red vegetation index (GRVI), Thermal humidity index (THI), Scenic beauty estimation (SBE), serta pengujian hipotesis dengan uji statistik komparasi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan karakteristik fisik jalur KHPB secara umum sesuai, terutama pada jalur 3 karena lebih memberikan respon kesehatan positif serta lebih mudah dikembangkan untuk jalur healing forest. Perubahan yang signifikan pada semua respon kesehatan selain kadar oksigen darah terjadi setelah responden melakukan tracking, dengan penurunan pada nilai tekanan darah, kadar gula darah, dan mental stress, serta peningkatan pada nilai denyut nadi, physical stress, dan stress score (sig < 0.05). Setiap karakteristik fisik memiliki korelasi terhadap beberapa respon kesehatan dengan kekuatan koefisien korelasi yang bervariasi, dari lemah (0.21-0.4), cukup kuat (0.41-0.6), dan kuat (0.61-0.8). Rekomendasi jalur wisata healing forest Puncak Bintang adalah jalur 3, dengan desain berupa penataan ulang karakteristik fisik, penetapan paket dan hari tersendiri untuk wisata HF, serta penambahan fasilitas pada jalur untuk mendukung kegiatan healing.