digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Thania Ervina Virginia
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB1 THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB2 THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB3 THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB4 THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB5 THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB6 THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA THANIA ERVINA VIRGINIA
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

PT. X merupakan perusahaan yang telah berdiri dari tahun 2009, perusahaan ini memproduksi makanan olahan beku (frozen food) berupa dimsum. Kondisi pandemi saat ini menyebabkan tingkat penjualan perusahaan secara B2C yang fluktuatif dan cenderung menurun. Hal tersebut dikarenakan perusahaan belum menyesuaikan model bisnisnya dengan perubahan perilaku konsumen pada masa setelah terjadinya pandemi ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah pengembangan model bisnis pada PT. X untuk dapat menyesuaikan profil konsumen di era new normal, sehingga perusahaan dapat meningkatkan penjualan produk kembali di konsumen akhir dan mendapat keuntungan yang lebih besar. Pengembangan model bisnis pada penelitian ini diawali dengan pemetaan model bisnis saat ini dan dianalisis kondisi lingkungan perusahaan secara internal dan eksternal. Lalu, dilakukan identifikasi nilai produk yang diharapkan dari konsumen akhir dengan VPC (value proposition canvas), serta evaluasi model bisnis dengan analisis SWOT. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis SWOT dan VPC dapat dikembangkan pengembangan model bisnis yang dilakukan dengan pendekatan blue ocean strategy. Model bisnis saat ini dapat dieliminasi, dikurangi, ditingkatkan, atau diciptakan ide-ide model bisnis. Pada akhirnya, didapatkan pengembangan model bisnis final yang telah diperbaiki. Hasil dari penelitian ini, yaitu nilai produk yang dikembangkan, usulan desain pengembangan model bisnis dengan rancangan implementasinya, serta analisis perbandingan keuntungan model bisnis. Pengembangan model bisnis terbukti menghasilkan keuntungan lebih besar. Kekurangan penelitian ini, yaitu pengembangan model bisnis hanya pada B2C, tidak dilakukan analisis kelayakan, dan analisis dampak pengembangan B2C terhadap B2B. Untuk kelebihannya, yaitu pengembangan model bisnis terjamin valid dari penilaian pemilik perusahaan, penggunaan VPC dapat merepresentasikan profil konsumen sekaligus nilai produk yang sesuai, dan konsep blue ocean strategy yang digunakan lebih efektif untuk pengembangan model bisnis dengan fokus penciptaan nilai dan penekanan biaya.